Xanana Mengundurkan Diri untuk Regenerasi

Xanana Mengundurkan Diri untuk Regenerasi

Pejuang Kemerdekaan Timor Leste HE Kay Rala Xanana Gusmao.

Kupang - Pejuang Kemerdekaan Timor Leste HE Kay Rala Xanana Gusmao mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri negara bekas provinsi ke-27 Indonesia itu untuk mendorong regenerasi di negaranya.

Informasi yang diperoleh di Kupang dari Dili ibu kota Timor Leste pada Minggu (8/2/2015) menyebutkan pengunduran diri melalui surat resmi kepada Presiden Republik HE Taur Matan Ruak pada Jumat (6/2) tersebut tidak ada kaitan dengan konflik politik negara Timor Leste.

Namun, Presiden Timor Leste yang pertama menjabat pada 20 Mei 2002-20 Mei 2007 itu hanya merasa perlu adanya regenerasi kepemimpinan di negaranya.

Pria kelahiran Laleia, Manatuto, Timor Portugis 20 Juni 1946 itu mengaku sudah terlalu tua untuk melaksanakan roda pemerintahan di parlemen.

"Beliau mengaku sudah capek di parlamen dan ingin menikmati hidupnya di kebun dengan bertani," kata sumber itu kepada Antara.

Sebelum menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden, Xanana sempat memberikan peneguhan dan semangat kepada seluruh anggota pemerintah untuk terus bekerja dengan tenang di masa transisi sampai Pemerintah baru dilantik.

Presiden akan mengikuti prosedur yang tercantum dalam konsultasi Konstitusi dengan semua partai politik di Parlemen Nasional dan Dewan Negara.

Juru Bicara Pemerintah Konstitusi Kelima, Menteri Negara Agio Pereira, mencatat anggota pemerintah harus tetap bekerja sama, mengutamakan kepentingan nasional Timor Leste dan berkomitmen untuk menghormati martabat dan warisan "Maun -Bo'ot Xanana".

"Ini saat transisi dari jabatannya setelah beliau memimpin Perjuangan Pembebasan Nasional sampai akhir, menyelesaikan mandat penuh lima tahun sebagai Presiden terpilih Republik dan tujuh setengah tahun sebagai Perdana Menteri," kata sumber itu lagi.

Sementara itu kondisi dan situasi di Kota Dili, ibu kota Negara Timor Leste, hingga saat ini masih aman dan terkendali. Aktivitas warga dan pelaksanaan pemerintahan masih berlangsung normal.

Tidak ada penjagaan ekstra di gedung parlemen setempat, meskipun ada informasi akan terjadi pendudukan gedung Parlamen oleh para veteran dan pejuang kemerdekaan sebagai aksi protes atas pengunduran diri Xanana Gusmao.

"Kondisi saat ini masih sangat aman, terkendali dan normal. Tidak ada aksi apapun di gedung Parlemen," kata sumber itu.

Menurut Undang-undang Nomor 07 tahun 2007 Timor Leste, Perdana Menteri akan berakhir tugasnya dengan pelantikan Perdana Menteri baru oleh Presiden Republik.

Karenannya, Presiden akan memberikan putusan terhadap surat pengunduran diri yang disampaikan Xanana Gusmao. (AY)

.

Categories:Internasional,