Santri Pesantren Pamekasan Terseret Banjir Ditemukan

Santri Pesantren Pamekasan Terseret Banjir Ditemukan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Pamekasan - Santri Pondok Pesantren Sumber Anom, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang hilang karena terseret banjir saat mandi di sungai, Minggu (8/2), pada Senin (9/2/2015), sekitar pukul 06.00 WIB ditemukan.

Santri yang bernama Feri asal Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Pamekasan itu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sungai Desa Nyalabu yang berjarak sekitar lima kilometer dari Desa Angsanah, tempat semula korban terseret arus banjir.

"Saat ditemukan, posisinya telungkup dengan wajah terbenam di lumpur," kata warga setempat, Suhut, di Pamekasan, Senin pagi.

Mantan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 itu, menjelaskan semula warga hendak menunggu petugas untuk mengangkat tubuh korban.

Namun, atas permintaan keluarganya agar jenazah Feri segera diangkat, maka proses pengangkatan jenazah korban dari pinggir sungai itu segera dilakukan.

"Sekarang jenazah sudah dibawa pulang ke rumahnya di Desa Angsanah," kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu.

Santri pondok pesantren Sumber Anom bernama Feri, asuhan K.H. Hasin Rofii diketahui terseret arus sungai, setelah yang bersangkutan lama tidak kembali ke pondok, saat pamit mandi, kepada pengurus di pondok itu, Minggu (8/2).

Saat itu, tiba-tiba banjir dari hulu sungai dan korban terbawa arus, sedangkan yang bersangkutan tidak bisa berenang.

Para santri dibantu warga langsung melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai, namun hingga dini hari belum ditemukan. Polisi dari Polsek dan Koramil Palengaan juga terlihat melakukan pencarian bersama warga.

Pencarian tidak hanya dilakukan warga di Kecamatan Palengaan, akan tetapi juga di Kecamatan Proppo, Pamekasan yang merupakan aliran dari sungai itu.

Kasus santri terseret arus banjir, merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir.

Pada Maret 2013, santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata Pamekasan, juga terseret arus sungai. Korban bernama Achmad Fawaidul Haki (17) yang masih duduk di bangku sekolah kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) di lembaga itu. Korban ditemukan sehari setelah kejadian dalam keadaan meninggal dunia, tersangkut pohon bambu. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:kecelakaan,