Menjelajah Nusantara Melalui Ekspedisi NKRI

Menjelajah Nusantara Melalui Ekspedisi NKRI

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Bandung - Satu penjelajahan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diikuti anak-anak muda nusantara kembali dilaksanakan dengan beberapa agenda.

Penjelajahan ini bernama Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara resmi melepas tim Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 di Markas Pusat Pendidikan Pasukan Khusus di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tim dari kalangan anak muda berjumlah 1.241 peserta merupakan orang pilihan yang telah menempuh seleksi secara ketat baik kesehatan, fisik, mental serta ilmu pengetahuan sesuai standarisasi yang diberlakukan.

Mereka merupakan anak bangsa dari kalangan muda-mudi dengan berbagai unsur, seperti TNI, Polri, perguruan tinggi di Indonesia, peneliti, perwakilan dan kementerian.

Kegiatan Ekspedisi NKRI itu telah berjalan sejak 2011 dengan misi untuk mendata dan memetakan potensi sumber daya alam serta membuka daerah-daerah terisolir.

Ekspedisi pertama tahun 2011 dilaksanakan di Bukit Barisan di Pulau Sumatera, selanjutnya Ekspedisi Khatulistiwa di Kalimantan 2012, Ekspedisi Koridor Sulawesi 2013 dan Ekspedisi Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014.

Agenda tahunan itu mendapatkan pujian dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat memberikan pengarahan kepada peserta Ekspedisi NKRI 2015 di markas Pusat Pendidikan Kopasus, Bandung Barat, Rabu (28/1).

Putri dari mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri itu menilai anak muda yang terpilih untuk bergabung dalam tim eksepdisi itu merupakan kesempatan untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

"Ini semangat anak muda untuk bangsa," kata Puan dengan bangga yang langsung ditepuk tangani oleh para peserta ekspedisi waktu itu.

Puan menyatakan, ekspedisi NKRI itu berkaitan dengan revolusi mental dalam membangun Indonesia oleh anak muda dari berbagai daerah di Indonesia dengan bermacam latarbelakang.

Ia menegaskan, revolusi mental itu bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah tetapi seluruh rakyat Indonesia untuk bergotong royong atau bersama-sama membangun bangsa, dan membangkitkan karakter bangsa Indonesia.

"Saya berharap generasi muda harus paham ikut serta dalam membangun bangsa ini secara gotong royong. Saya beharap sinergi semua elemen masyarakat harus kembali dihidupkan semangat gotong royong untuk Republik Indonesia," katanya.

Menurut dia, manfaat dari hasil ekspedisi itu selain membangun kebersamaan, bersinergi sesama anak bangsa sekaligus menjalin persahabatan dengan TNI/Polri.

Ekspedisi itu tidak hanya bermanfaat setelah kegiatan itu selesai tetapi akan memberikan manfaat yang baik dari berbagai aspek untuk bangsa Indonesia kedepan lebih baik.

"Tentu saja semua yang kami lakukan bersama-sama ini untuk membangun solidaritas, TNI, Polri, semua elemen yang ada, ini reward yang tidak kita hitung tapi ini hasilnya akan dberikan untuk masa depan bangsa," katanya.

Sedangkan Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, ekspedisi NKRI itu merupakan kegiatan dengan misi untuk mendata dan memetakan potensi sumber daya alam serta membuka daerah-daerah terisloir oleh kaum muda sampai 12 Juni 2015.

"Ini (ekspedisi) demi mendorong kesejahteraan sosial dan rasa cinta Tanah Air," katanya.

Ia mengatakan, tim ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 itu dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang bukan hanya meliputi darat, melainkan juga meliputi perbatasan laut.

"Kita melakukan ekspedisi ke sejumlah titik perbatasan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan memastikan terjaganya patok-patok perbatasan, tidak hanya di darat, tapi juga di laut," katanya saat Kegiatan ekspedisi tersebut, kata Kasad, memiliki tiga tujuan. Pertama, melakukan penjelajahan wilayah NKRI, terutama beberapa titik perbatasan di Indonesia dengan melewati gunung, hutan rawa dan sungai untuk memastikan terjaganya perbatasan.

Kedua, untuk kebutuhan penelitian meliputi kegiatan pendataan dan pemetaan berbagai bidang, di antaranya potensi sumber daya alam yang meliputi kajian kehutanan, geologi, potensi bencana, flora, fauna serta pemetaan sumber daya manusia berupa kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

Ketiga, sebagai wujud pengabdian dan juga pelestarian alam dengan melakukan penghijauan melalui gerakan menanam pohon di Pulau Alor dan disebar di daerah Ende, Sumba Barat Daya dan Kupang.

Kebersamaan Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo yang terlibat dalam pembinaan terhadap peserta ekspedisi NKRI tersebut mengatakan penyelenggra ekspedisi di Markas Besar TNI Angkatan Darat telah melakukan seleksi bagi seluruh calon pesertanya.

Para peserta itu melewati seleksi psikologi, kesehatan, kesamaptaan, dan bidang pengetahuan, terutama persyaratan kekuatan fisik, dan juga kesehatan.

Ia menjelaskan, seleksi itu merupakan wajib agar anak muda yang tergabung dalam tim ekspedisi benar-benar melaksanakan tugasnya degan baik, membantu rakyat di tempat-tempat terpencil yang sangat minim sarana dan prasarananya.

"Jangan sampai mereka bergabung ini, di tempat terpencil, mungkin juga tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai, bukannya malah kita menolong rakyat, akhirnya rakyat yang direpotkan karena menolong kita," katanya.

Ia berharap, ekpedisi tahun berikutnya, jumlah peserta semakin banyak dengan didukung anggaran dari pemerintah.

Menurut dia, semakin banyak peserta akan lebih bagus anak muda untuk belajar kebersamaan membangun bangsa, sekaligus belajar diri dengan alam sekitar.

"Kalau dukungan anggaran semakin besar, maka kami sebagai penyelenggara akan bisa menambah alokasi bagi calon peserta," katanya.

Selain itu, ekpedisi NKRI merupakan upaya membangun kedekatan antara rakyat dengan TNI dan Polri atau mempertemukan berbagai macam kelompok dan elemen masyarakat.

Menurut Doni, ekspedisi itu telah mampu menghilangkan prasangka buruk masyarakat terhadap prajurit yang dinilai arogan, tidak mau mengalah ketika berada ditengah masyarakat.

Namun pandangan itu, kata dia, akhirnya berbalik dengan adanya kegiatan ekspedisi NKRI yang membuktikan bahwa prajurit ternyata sosok yang dibutuhkan, bahkan memberikan bantuan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Ternyata prajurit TNI tidak seperti sosok yang dia bayangkan tetapi banyak memberikan bantuan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Akhirnya tadinya kesan yang membenci menjadi berubah total," kata Doni. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,