LPE Jabar Diprediksi Capai 5,8 Persen

LPE Jabar Diprediksi Capai 5,8 Persen

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memprediksi laju pertumbuhan ekonomi (LPE) daerah itu pada 2015 akan mencapai 5,8 persen, lebih tinggi dari triwulan III 2014 sebesar 5,6 persen.

"Dan untuk triwulan II LPE kita sebesar 5,63 persen, kemudian triwulan I hanya 4,06 persen," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Denny Juanda, di Bandung, Senin (9/2/2015).

Ia menuturkan sejak 2008, LPE Jabar tidak pernah jauh berbeda dengan LPE nasional bahkan cenderung lebih tinggi.

Apabila pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan mencapai 5,8 persen maka provinsi diperkirakan akan berada sedikit di atasnya.

"Berdasarkan hasil analisis tren, LPE Jabar di 2015 berada di rentang 5,65 persen hingga 6,35 persen," katanya.

Menurut dia, proyeksi angka tersebut cukup rasional jika dikaitkan dengan kemampuan menyerap investasi selama ini sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

"Rata-rata ICOR Jabar pada tahun 2009 hingga 2013 adalah sebesar 3,08. Pertumbuhan dalam range 5,5 persen sampai 6,0 persen yang membutuhkan investasi antara Rp70 hingga Rp80 triliun berdasarkan harga konstan.

Ia menuturkan, angka tersebut tidak sulit dicapai apabila upaya kinerja menarik investasi oleh Pemprov Jawa Barat selama ini dapat dipertahankan.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk ke depan Pemprov Jabar akan mulai peduli kepada sektor-sektor unggulan seperti industri pengolahan dan pangan, agar tidak hanya memproduksi bahan mentah namun harus sudah mulai mengangkat nilai tambah.

"Kemudian sektor lainnya seperti perdagangan, hotel dan restoran dan industri kreatif akan mendapatkan prioritas. Dua sektor tersebut merupakan sektor yang paling memiliki potensi dalam pembangunan ekonomi Jabar," katanya.

Sementara itu, Asisten IV Administrasi Setda Pemprov Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Pemprov Jabar optimistis terkait keberlangsung sejumlah proyek infrastruktur di Jawa Barat.

Ia menuturkan para investor tersebut akan datang karena Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah keunggulan seperti letaknya yang berada dekat dengan Ibu Kota Jakarta.

Keunggulan yang kedua adalah ketersediaan bahan pokok nasional dan ketiga adalah ketersedian pusat pusat pendidikan tinggi menjadi pendukung ketersediaan SDM serta hasil hasil penelitian penting untuk menopang perekonomian regional. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,