Bea Cukai Jabar Gagalkan Penyelundupan Sabu dari Malaysia

Bea Cukai Jabar Gagalkan Penyelundupan Sabu dari Malaysia

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung- Petugas Bea Cukai Jabar dan Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 763,8 gram dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang dibawa tiga penumpang pesawat AirAsia di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

"Pelaku adalah penumpang AirAsia ditangkap di Bandara Husein Sastranegara Bandung, tanggal 14 Januari 2015," kata Plt. Kepala Kantor Wilayah Direktoat Jenderal Bea Cukai Jabar Syaefullah Nasution, saat jumpa pers pengungkapan penyelundupan sabu-sabu di Bandung, Selasa (10/2/2015).

Ia menuturkan, tiga pelaku penyelundupan yakni seorang laki-laki dan dua perempuan inisial RH, AL dan S warga negara Indonesia yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Ia mengungkapkan, penyelundup sabu-sabu itu diketahui berawal dari kecurigaan petugas terhadap tingkah laku penumpang AirAsia nomor penerbangan QZ176 rute Kuala Lumpur - Bandung yang tiba di Kota Kembang, Bandung pukul 21.25 WIB.

Selanjutnya petugas memeriksa penumpang tersebut secara mendalam berikut barang bawaannya yang dikemas dalam tiga koper, dan ditemukan bungkusan kristal bening yang disembunyikan dalam gagang koper.

"Modusnya disembunyikan di dalam gagang di tiga koper lalu diketahui hasil uji laboratorium positif narkotika jenis sabu-sabu," ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil disita petugas yakni delapan bungkus plastik bening berisi sabu-sabu, tiga buah buku paspor dan satu unit telepon seluler, dan tiga koper.

Menurut Syaefullah, penyelundupan sabu-sabu itu diperkirakan kerugian sosialnya sebanyak 3.819 orang akan menjadi pecandu narkotika dengan perhitungan satu gram sabu-sabu dikonsumsi lima orang, berikut akan muncul persoalan negatif dalam kehidupan masyaraakat seperti tindak kriminal.

"Kerugian sosialnya banyak orang akan menjadi pecandu, berikut dampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat dengan munculnya tindak kriminal akibat penyalahgunaan narkoba," ucapnya.

Bea Cukai dan BNN masih mengembangkan kasus tersebut, berikut membongkar jaringan peredaran narkoba antarnegara itu.

Pelaku penyelundupan dijerat Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang menyembunyikan barang narkotika dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara denda Rp5 miliar, kemudian Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:narkoba,