Pascasarjana UI-Kemenpora Kerja Sama Kepemudaan

Pascasarjana UI-Kemenpora Kerja Sama Kepemudaan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  - Menpora Imam Nahrawi menegaskan, agar lulusan Program Kajian Stratejik Kepemimpinan Pascasarjana UI-Kemenpora sungguh-sungguh mengabdikan diri kepada masyarakat. 

Menpora juga meminta para lulusan menjadi pengawal kebijakan Kemenpora, khususnya untuk  peningkatan prestasi olahraga dan penguatan kepemudaan. 

"Keduanya harus berjalan seiring," katanya dalam acara penyerahan ijasah angkatan VII Program Kajian Stratejik Kepemimpinan Pascasarjana UI-Kemenpora di lantai 4 Gedung Pascasarjana Multidisiplin Uiniversitas Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).

Menpora menjelaskan, program kerja sama antara UI dan Kemenpora telah berlangsung selama 9 tahun yakni sejak tahun 2006  dan pada 2015 sudah memasuki angkatan IX. 

Program beasiswa pendidikan ini ditujukan untuk pengurus Organisasi Kepemudaan di Indonesia. Program ini telah dijalankan selain di UI, juga dilaksanakan di UGM Yogyakarta, di USU Medan, dan di Unhas Makassar.

Program itu dibuka dalam upaya mendukung peningkatan kapasitas pendidikan tenaga kepemudaan, dengan menawarkan beasiswa jenjang pendidikan ke tingkat Strata Dua (S2) kepada para pemuda Indonesia berprestasi.

Dalam beasiswa ini ditawarkan program studi seperti Kajian Ketahanan Nasional dengan Peminatan Kajian Pengembangan Kepemimpinan (UI), Studi Ketahanan Nasional dengan Konsentrasi Pengembangan Kepemimpinan (UGM), Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dengan Peminatan Kajian Manajemen Kepemimpinan Pemuda (Unhas) dan Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dengan Peminatan Kajian Kepemimpinan Pemuda (USU). 

Pada bagian lain, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, kampus harus menjadi area yang bebas narkoba. Pernyataan itu seiring dengan ketegasan pemerintah dalam upaya memberantas penyalahgunaan obat terlarang narkoba.

Masalah narkoba menjadi perhatian Menpora mengingat munculnya kondisi yang membahayakan generasi muda atas merebaknya narkoba. Indonesia, dalam data BNN, sudah dikondisikan dalam kategori darurat narkoba. Dalam data itu, sedikitnya 50 orang meninggal dalam sehari karena narkoba. Belum lama ini pula, penegak hukum di Indonesia memberikan hukuman maksimal eksekusi tembak mati terhadap empat bandar narkoba.

Dalam kaitan itu, Menpora meminta UI menjadi pelopor kampus bebas narkoba. "UI harus bisa menjadi pelopor," demikian Imam Nahrawi.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,