Pemilik Sabu Masih Misterius

Pemilik Sabu Masih Misterius

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jabar menyatakan belum mengetahui siapa pemilik tiga koper berisi sabu-sabu yang dibawa oleh tenaga kerja Indonesia dari Malaysia ke Bandung menggunakan pesawat AirAsia rute Kuala Lumpur-Bandung.

"Pemeriksaan sementara barang (koper) titipan, makanya masih kita selidiki dari jaringan mana," kata Kabid Pemberantasan AKBP Dicky Sapta saat jumpa pers pengungkapan penyelundupan sabu-sabu di Bandung, Selasa (10/2/2015).

Ia menuturkan, sabu-sabu seberat 763,8 gram yang dimasukan ke dalam gagang koper itu masih terus dikembangkan dengan memeriksa secara mendalam terhadap tiga pelaku yang ditangkap di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, 14 Januari 2015.

Pengakuannya, lanjut Dicky, koper tersebut merupakan titipan untuk dibawa ke Surabaya, Jawa Timur, namun singgah dulu ke Kota Bandung.

Menurut dia, narkotika yang ada dalam gagang koper itu kemungkinan akan dibawa oleh pihak lain atau bandar setelah tiba di tempat yang dituju.

"Mereka tujuan ke Surabaya, namun transit ke Bandung, akan kemungkinan diambil di Bandung," katanya.

Penyelundupan narkoba tersebut berhasil terungkap oleh petugas Bea Cukai Jabar dan BNN ketika mencurigai tingkah laku penumpang.

Barang tersebut dibawa seorang laki-laki dan dua perempuan inisial RH, AL dan S warga negara Indonesia yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia.

Kecurigaan itu dilanjutkan dengan memeriksa penumpang dan kopernya lebih mendalam.

Hasil pemeriksaan ternyata ditemukan bungkusan kristal bening yang disembunyikan dalam gagang koper.

Barang bukti yang berhasil disita petugas yakni delapan bungkus plastik bening berisi sabu-sabu, tiga buah buku paspor dan satu unit telepon seluler, dan tiga koper.

Pelaku penyelundupan dijerat Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang menyembunyikan barang narkotika dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara, denda Rp5 miliar, kemudian Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:narkoba,