Jadi Badut Harus Hilangkan "Urat" Malu

Jadi Badut Harus Hilangkan

Jadi Badut Harus Hilangkan "Urat" Malu. (Foto: Rangga)

Cimahi - Menjadi badut mungkin bisa menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pelakunya ataupun  orang lain. Itulah yang dialami Herman sang badut sulap yang biasa tampil disetiap acara ulang tahun anak dan acara hiburan lain.

Menurut pengakuan "sang badut", Herman, menekuni dunia hiburan badut memang memerlukan kerja keras dan perjuangan berat. Ketika mengawali karier sebagai badut, dia dituntut untuk percaya diri dan anti malu.

“Kita harus hilangkan urat malu, karena menjadi badut harus bisa tampil dengan enjoy dihadapan ratusan penonton tampa rasa grogi atau gugup. Awal masuk saya di test mental oleh pemilik sanggar, saya disuruh berkostum aneh dan berdandan gaya badut. Kalau saya sudah berani tampil dihadapan anak dan bisa menghibur saya baru lolos seleksi”, aku Herman.

Herman menambahkan berperan menjadi badut juga menuntut seseorang harus bisa berkomunikasi baik. Kadang badut juga harus berperan sebagai badut MC.

“Badut itu banyak jenis, ada badut MC, badut sulap, dan badut karakter. Kalau yang paling sulit itu adalah menjadi badut MC, kalau badut sulap, trik sulap bisa kita pelajari dalam waktu paling lama satu bulan, sedangkan kalau badut MC itu kita harus belajar lama dan sering pentas, badut MC sulitnya yaitu harus bisa memandu acara dan menghibur para penonton”, tambah Herman yang kesehariannya juga bekerja di PT. Pindad Bandung.

Herman yang sudah berprofesi menjadi badut selama 1 tahun sudah banyak pentas di berbagai kota di Jawa Barat, namun ungkap dia, pentas yang paling berkesan yaitu saat diundang pentas di hari ulang tahun anak anggota DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan dan anak Mantan Wagub Jabar, Dede Yusuf.

“Waktu acara anak anggota DPRD Kota Bandung, jumlah anak yang hadir sangat banyak, saya harus bisa membawa mereka agar masuk suasana badut yang ceria dan menghibur, 300 an anak melihat aksi saya. Kalau diacara anak Dede Yusuf, kita tampil harus bagus dan sempurna, selain harus menghibur anak, diacara itu kita dituntut perpenampilan sempurna karena ditonton tamu undangan yang kebanyakan para pejabat”, cetus Herman bangga.

Kendati badut banyak ditakuti para anak kecil, namun dengan konsep yang unik dan menarik badut juga banyak digemari anak-anak.(Ode)**

 

.

Categories:Hiburan,