Batik Hilang Ruhnya Karena Modernisasi?

Batik Hilang Ruhnya Karena Modernisasi?

Batik tulis punya cerita dan menjadikan ciri khas kearifan lokal Jawa Barat. (Foto : ADE)

Bandung – Sebagai pengusaha batik yang mengedepankan nilai tradisional, Azizah Talita Dewi menilai batik saat ini sudah hilang ruhnya karena terbawa suasana modern. Orang lebih senang dan condong menggunakan batik bikinan pabrik yang di cetak atau di print, meskipun harga batik tradisional yang masih menggunakan tehnik tulis terbilang mahal saat ini, namun bagi para penyuka batik khususnya orang luar negeri tetap saja dicari sebagai batik idaman.

Menurut owner Azizah D’Nyonyah Original Batik, Azizah Talita Dewi, batik tradisional atau batik tulis itu kental dengan kearifan lokal. “Namun batik tradisional yang kental dengan kearifan lokal, saat ini seakan sirna oleh dampak modernisasi yang salah kaprah. Batik itu memang awalnya dikerjakan dengan tangan atau di tulis melalui alat canting khusus membatik,” jelas Azizah Talita Dewi  saat dijumpai usai acara seminar Kepedulian untuk Bandung & Jawa Barat Menyonsong
Peringatan ke 60 KAA, PON IXI 2016, dan Asean Games 2018 yang di gelar di Graha Tirta Siliwangi, Jl. Lombok No. 10, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Tehnik canting pada pembuatan batik tulis sudah dilupakan banyak orang karena sekarang membuat batik bisa semakin instan.“Meskipun sudah ada batik yang di cetak atau di printing, namun motif batik tersebut sangat kalah bagus dengan motif pada batik tulis, motif batik modern saat ini sangat monoton, dan tidak menggambarkan jati diri. Kalau dengan batik tulis, motif bisa menceritakan ciri khas dan asal batik tersebut dari mana, sekarang ruh batik nampaknya sudah
hilang,” cetus Azizah.(Ode)**

.

Categories:Fesyen,
Tags:bandung,