'Kasus Kacang' Putri Bos Korean Air Dibui 1 Tahun

'Kasus Kacang' Putri Bos Korean Air Dibui 1 Tahun

Cho Hyun-ah, alias Heather Cho (Kanan), putri pemimpin Korean Air Lines, meminta maaf di depan media yang berkumpul di Kementrian Perhubungan di Seoul. (Net)

Seoul - Heather Cho alias Hyun-ah, putri Direktur Utama Maskapai Korea Air terkait "kasus kacang" yang berujung pada penundaan penerbangan, akhirnya dijatuhkan hukuman satu tahun penjara oleh Pengadilan Korea Selatan.
 
Seperi dikutip dari BBC, Kamis (12/2), Hyun-ah terhindar dari hukuman maksimal 10 tahun penjara atas tuduhan pelanggaran undang-undang penerbangan. "Ini adalah kasus yang melibatkan aksi merendahkan terhadap martabat manusia," kata Hakim Oh Sung-woo.
 
'Kasus kacang' yang melibatkan putri Presiden Korean Air Cho Hyun-ah itu berbuntut panjang. Sidang untuk mengadilinya pun digelar di Seoul, Korea Selatan pada Senin 19 Januari waktu setempat.
Wanita berusia empat puluh tahun yang telah ditahan sejak 30 Desember itu hadir di persidangan, mengenakan seragam tahanan berwarna hijau. Di ruang sidang yang penuh sesak itu, dia berdiri dengan kepala tertunduk dan menjawab pertanyaan hakim dengan suara lirih.
 
'Kasus kacang' itu terjadi saat Cho berada di pesawat Korean Airlines yang akan berangkat dari New York ke Incheon, Seoul akhir Desember 2014. Ia memerintahkan agar seorang pramugari dikeluarkan dari pesawat yang sedang menuju ke landasan, hanya karena telah menyuguhinya --yang berada di kelas eksekutif-- kacang macademia dalam kantong, bukannya di atas piring. 
 
Dia lalu memerintahkan pilot pesawat Korea Air untuk memutar balik guna menurunkan kepala pramugara. Padahal, pesawat itu tengah meluncur untuk bersiap lepas landas dari Bandara JFK, New York pada 5 Desember 2014 lalu.
 
Korean Air mula-mula membela perilaku Heather Cho. Mengingat ia adalah wakil direktur yang mengawasi layanan di penerbangan itu. Sehingga ia bertanggung jawab untuk memastikan standar layanan dijunjung tinggi.

Namun belakangan pihak Korean Air justru meminta maaf. Insiden yang kemudian menjadi sorotan di negara itu, dianggap contoh negatif manajemen maskapai yang dikelola kalangan konglomerat Korea Selatan atau 'chaebol'. 
Ayahnya,Dirut Korean Air, Cho Yang-Ho, telah meminta maaf atas tindakan 'bodoh' putrinya. Tak lama berselang, Heather Cho mundur dari semua jabatannya di sejumlah perusahaan Cho yang dimiliki oleh keluarga Hanjin Group, termasuk Korean Air. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,