5 Proyek Pengerukan Waduk Terindikasi Korupsi

5 Proyek Pengerukan Waduk Terindikasi Korupsi

pengerukan waduk.(Ilustrasi Foto:Tempo)

Jakarta - Sedikitnya lima paket pengerukan waduk dan sodetan yang dikerjakan oleh PT Perjuangan Lima Naga diduga beraroma korupsi. Sebagian besar proyek itu tidak terdapat di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta tahun 2013 lalu.

"Pengerukan itu diduga merupakan proyek titipan oknum anggota DPRD DKI Jakarta yang dikerjakan oleh PT. Perjuangan Lima Naga," kata Direktur Eksekutif Pusat Riset dan Investigasi Data Elektronik (Pride) Hotland S. Pane, Kamis (12/2).

Kelima paket itu yakni pengerukan Waduk Tomang Barat senilai Rp 4,3 miliar, pengerukan Waduk Sunter senilai Rp 19,7 miliar, pengerukan Waduk Sodetan Kali Sekretaris senilai Rp 4,6 miliar, pengerukan Kali Mookevart senilai Rp 17,7 miliar dan pengerukan Kali Grogol senilai Rp 1,7 miliar.

Hotland mengatakan, Direktur Utama PT. Perjuangan Lima Naga adalah Pandapotan Sinaga. Kini, yang bersangkutan menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.

Ada alasan kuat yang membuat Hotland yakin, -proyek itu terindikasi korupsi. Dasarnya adalah temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tentang dana siluman Rp 3,518 triliun di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tahun anggaran 2013. "Menurut pengakuan Agus Priyono, Kepala DPU DKI Jakarta saat itu, dana siluman itu usulan dari DPRD DKI Jakarta," tegasnya.

Proyek-proyek itupun tidak terdapat di dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran DPU DKI Jakarta tahun anggaran 2013. Pengadaan proyek tersebut tidak melalui tender umum, tetapi penunjukan langsung. Sementara sub Bidang klasifikasi proyek pengerukan kali/waduk dengan nomor kode 22014 diberikan kepada PT Perjuangan Lima Naga, yang tidak memiliki sub bidang klasifikasi yang sama. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,