Banyak Perusahaan WP Melanggar

Banyak Perusahaan WP Melanggar

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jabar I Haryono, mengatakan masih banyak perusahaan wajib pajak (WP)  melanggar aturan seperti tidak membayar pajak yang menyebabkan kerugian pendapatan negara.

"Masih ada wajib pajak yang melanggar aturan," kata Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jabar I Haryono saat jumpa pers penyerahan tersangka tidak bayar pajak di Bandung, Kamis (12/2/2015).

Ia menuturkan, kantor Pajak wilayah Jabar telah diminta untuk menindak tegas dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku bagi pelanggar aturan pajak.

Namun upaya penindakan itu, kata dia, dilakukan secara hati-hati dengan bukti yang kuat sebelum dilanjut ke ranah hukum.

"Kita melakukan sangat hati-hati, kita harus tahu proses bisnisnya dari wajib pajaknya, kita harus yakin untuk melakukan tindakan," katanya.

Ia menyebutkan, perusahaan yang melanggar aturan wajib pajak kemudian dilanjut ke ranah hukum baru dua perusahaan dengan tiga tersangka di awal tahun 2015.

Perusahaan tersebut yaitu PT. MPA bergerak di bidang usaha pertambangan, pengangkutan dan persewaan alat berat dengan tersangka inisial SA kemudian PT. NKC bergerak dibidang usaha penyedia jasa tenaga kerja, dan jasa pelaksanaan kegiatan atau "event organizer" dengan tersangka NS dan RRB.

Perusahaan wajib pajak itu tidak menyampaikan SPT Tahunan, PPh WP Badan, dan SPT masa PPN, kemudian melakukan pemungutan PPN tetapi tidak menyetorkannya, dan menyampaikan SPT masa PPN yang isinya tidak benar.

Dua kasus yang sudah berlangsung lama dari 2005 hingga 2010 itu, kata Haryono, sebelumnya belum dapat menindak ke ranah hukum karena harus melewati proses yang dilakukan secara hati-hati.

"Sangat hati-hati sekali untuk membawa ke pengadilannya," kata Haryono.

Terkait ada keterlibatan internal DJP Jabar dalam pelanggaran wajib pajak, Haryono tidak menjelaskannya, namun jika ada yang terlibat maka akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Barangkali kalau tahu (pegawai pajak terlibat pelanggaran) tolong sampaikan," kata Haryono kepada wartawan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,