Seniman Bandung-Melbourne Peringati Hari Bahasa Ibu

Seniman Bandung-Melbourne Peringati Hari Bahasa Ibu

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Sejumlah seniman Kota Bandung yang terbagung dalam Poetry Performing Arts (PPA) "Urat Jagat" dan seniman Mainteater Melbourne, Australia akan berkolaborasi dalam satu panggung memberingati Hari Bahasa Ibu Internasional 21 Februari 2015.

"Sejumlah seniman Melbourne akan terlibat dalam kolaborasi dalam rangka Hari Bahasa Ibu itu. Kali ini akan dipentaskan di Bandung, Jakarta, Banten dan Bali dengan pertunjukkan puisi karya penyair internasional Godi Suwarna," kata Pendiri Mainteater Bandung dan Pemain Urat Jagat Wawan Sofwan di Bandung, Kamis (12/2/2015).

Pertunjukan yang mengkolaborasikan berbagai elemen seni sastra, teater, tari, musik dan multimedia itu melibatkan seniman dari mainteater Bandung dan Melbourne Australia.

"Seniman dari Australia yakni Sandra Fiona Long sebagai sutradara, serta Mal Webb dan Jodee Mundy berkerja sama dengan seniman Indonesia Godi Suwarna, Wawan Sofyan, Heliana Sinaga dan Sahlan Bahuy," katanya.

Wawan juga mengatakan Urat Jagat menjadi menarik sebagai bentuk pengucapan teater dari berbagai bahasa, tetapi tidak menjadi kendala bagi para aktor.

"Terjemahannya diolah dengan baik, sehingga puisi Sunda bisa mudah dimengerti dan dipahami oleh orang yang tidak mengerti bahasa Sunda," katanya.

Dalam Urat Jagat Tour Indonesia 2015, Selasar Sunaryo Art Space Bandung menjadi tempat pertama pertunjukkan pada 14 Februari 2015.

"Di Bandung akan diadakan dua pertunjukkan, Selasar Sunaryo dan Kampus UPI, serta workshop pada 17 Februari di gedung auditorion FPBS UPI," katanya.

Sementara itu sutradara asal Melbourne Sandra Fiona Long mengatakan dalam persiapan pertunjukkan itu banyak kesulitan, terutama memakan banyak waktu untuk prosesnya.

"Banyak waktu yang dibutuhkan untuk menggabungkan semua bahasa, irama, musik, simbol, gambaran untuk menampilkan pertunjukkan ini," katanya.

Dalam puisi tidak ada pembatasan, sehingga para seniman bisa berekspresi dengan berbagai gayanya masing-masing.

"Di sini, menggabungkan dua bahasa, tidak ada pembatasan dalam puisi, kita bisa bebas berekspresi untuk ditunjukkan ke penonton," katanya.

Sementara itu, pentas itu juga akan digelar di Jakarta, Banten dan Bali pada 18,21,24 Februari 2015, serta workshop pada 20 dan 25 Februari 2015.

Mainteater didirikan pada 1995 oleh seniman-seniman di Jawa Barat menciptakan teater lintas budaya dan bahasa serta telah berkolaborasi seniman Melbourne Australia sejak 1997.

Kerja sama ini pernah memenangkan penghargaan kategori "innovation of form" dari Melbourne Fringe dan Nominasi Greenroom untuk kategori "Innovative New Form" dalam pertunjukkan "Happy 1000 1000 Bahagia".

Pertunjukan tersebut ditampilkan dalam bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa isyarat Australia ditampilkan di The London International Festival of Theatre Enquiry Season dan lima kota di Indonesia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:budaya,