Alasan Keamanan, Jerman dan Italia Tutup Kedutaan di Yaman

Alasan Keamanan, Jerman dan Italia Tutup Kedutaan di Yaman

ilustrasi

Berlin - Jerman dan Italia telah menutup kedutaan-kedutaan besar mereka di Yaman, menyusul langkah serupa yang dilakukan negara-negara Barat karena khawatir akan kondisi keamanan di saat milisi Houthi Muslim Syiah memperkuat cengkeraman kekuasaannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan Berlin menutup kedutaannya, Kamis, lalu para anggota staf meninggalkan ibu kota Yaman pada Jumat (13/2/2015).

"Dalam pekan-pekan belakangan ini kelompok Houthi sudah merebut kekuasaan --situasi ini benar-benar berbahaya bagi kita dan bisa menimbulkan dampak terhadap kawasan," katanya. "Situasi ini sangat mengkhawatirkan kita di Eropa." Italia pada Jumat juga mengumumkan penutupan kedutaannya karena alasan keamanan yang ambruk. Italia sedang menarik duta besar beserta stafnya, kata Kementerian Luar Negeri Italia di Roma.

Inggris, Prancis dan Amerika Serikat sudah terlebih dahulu menutup misi-misi diplomatik mereka pekan ini di saat kelompok Houthis dukungan Iran mengambil alih kendali setelah merebut ibu kota negara, Sanna, pada September lalu.

Al Qaida dan militan-militan Muslim Suni lainnya telah meningkatkan serangan terhadap para petempur Houthi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon mengatakan, Kamis, Yaman sedang mengalami "keruntuhan di depan mata kita" dan kian tergelincir menuju perang saudara.

Houthi telah mendepak pemerintah pusat di Yaman, yang berbatasan dengan negara raksasa yang kaya akan minyak, Arab Saudi.

Perundingan-perundingan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencapai penyelesaian politik berlanjut di Sanaa pada Jumat.

Ratusan warga Yaman berkumpul setelah melaksanakan shalat di kota-kota utama, seperti Taaz dan Ibb, untuk mengecam pengambilalihan kekuasaan oleh Houthi, kata para saksi mata. (AY)

.

Categories:Internasional,