27 Kabupaten/Kota di Jabar Miliki TPID

27 Kabupaten/Kota di Jabar Miliki TPID

ilustrasi

Bandung- Pemprov Jabar optimistis pengendalian inflasi lebih efektif karena 27 kabupaten/kota di provinsi itu telah memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).


"Ke depan pengendalian inflasi di Jabar bisa lebih efektif karena semua atau 27 kabupaten/kota di Jabar telah memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)," kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jabar Ferry Sofyan Arif di Bandung, Jumat (13/2/2015).

Menurut Ferry, kehadiran TPID di daerah yang bersinergi dengan sejumlah institusi terkait pendistribusian barang kebutuhan dan lainnya cukup efektif menekan angka inflasi.

Kabupaten Sumedang merupakan daerah terakhir yang membentuk TPID sehingga awal tahun 2015 ini seluruh kabupaten/kota di Jabar sudah memiliki tim pengendali inflasi itu.

"TPID Kabupaten Sumedang terbentuk pada 28 Januari 2015 lalu, sehingga kini sudah komplit," kata Ferry yang juga Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) Jabar itu.

Ia menyebutkan, kehadiran TPID di kabupaten/kota berperan dalam menekan angka inflasi. Tim itu bergerak dan memantau sektor pengeluaran yang berkaitan dengan penyumbang inflasi.

Bila ada kekurangan pasokan tim melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan langkah penanganan.

"Hasilnya, inflasi Jabar tahun 2014 hanya 7,41 persen di bawah inflasi nasional yang menembus 8,36 persen," kata Ferry.

Padahal pada tahun 2013 inflasi Jabar menyentuh 9,15 persen di atas inflasi nasional sebesar 8,38 persen. Optimalisasi peran TPID di daerah sangat berperan, terutama dalam melakukan koordinasi untuk penanganan sektor penyumbang inflasi.

Pemantauan inflasi di Jabar dilakukan di tujuh kota pantauan yakni Kota Bekasi, Sukabumi, Cirebon, Tasikmalaya, Bogor, Bandung dan Kota Depok.

"Tekanan inflasi dari kelompok administered prices dan volatile foods menurun. Sumbangan inflasi tahunan pada 2014 dari administered prices sebesar 2,69 persen dan dari volatile foods sebesar 1,59 persen," kata Ferry.

Sedangkan pada tahun 2015, Jabar menargetkan inflasi pada kisaran plus minus 4 persen. Sedangkan pada Januari 2016, Jabar mengalami deflasi 0,37 persen.

"Tahun 2015 ini Jabar sudah punya tabungan dari deflasi 0,37 persen pada Januari, penurunan harga BBM bersubidi berpengaruh besar terhadap sektor pengeluaran transportasi yang langung turun pada Januari," kata Ferry Sofyan Arif menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,