35 Narkoba Jenis Baru Masuk ke Indonesia

35 Narkoba Jenis Baru Masuk ke Indonesia

Ilustrasi.(Foto:Net)

Sukabumi - Data Badan Narkotika Nasional menunjukkan, ada 35 narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia. Bahkan saat ini kartel, pengedar, maupun kurirnya mulai mengedarkan ke seluruh daerah. 
 
"Di dunia ada 350 narkoba jenis baru, dan 35 jenis di antaranya sudah masuk ke Indonesia," kata Kepala Sub Bagian Humas BNN Krisna  di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba Lido, Jumat (13/2) malam.
 
Menurutnya, kasus narkoba jenis baru ini salah satunya yang digunakan oleh artis papan atas yakni Rafi Ahmad, yang saat itu ditemukan zat adiktif itu di rumahnya. Setelah dilakukan penelitian narkoba itu jenis metilon yang merupakan salah satu jenis baru, dan keberadaanya tidak masuk dalam Undang-Undang tentang Pemberantasan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan terlarang.
 
Ditemukannya puluhan jenis narkoba jenis baru ini menunjukan, Indonesia merupakan salah satu pangsa pasar terbesar yang dimanfaatkan oleh kartel maupun sindikat peredaran narkoba baik jaringan internasional. Selain itu, dari hasil pengungkapan, di Indonesia saat ini ada sekitar 4,2 juta pecandu narkoba.
 
Bahkan, angka ini bisa bertambah karena setiap waktunya pengguna narkoba terus bertambah bahkan sudah masuk ke kalangan pelajar tingkat SMP. Dengan kondisi ini, Presiden Jokowi sudah menetapkan status negara ini ke dalam darurat narkoba, karena yang diungkap pihaknya maupun kepolisian ibarat fenomena gunung es.
 
"Mereka yang diketahui sebagai pecandu maupun pengedar hanya bagian permukaannya, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan lebih besar jika terungkap sampai dasarnya," tambahnya.
 
Pada sisi lain, untuk memutus peredaran narkoba ini salah satunya adalah merehabilitasi si pecandunya, karena jika pengguna narkoba masih ada, peredaran dan pasokannya pun tidak akan berhenti. Sehingga BNN saat ini sudah mengubah pola pikir, yakni sehatkan atau rehabilitasi pecandunya dan tangkap dan hukum seberat-beratnya para pengedar.
 
Dengan cara rehabilitasi ini diharapkan bisa memutus mata rantai peredaran narkoba, karena jika si pencandu dimasukkan ke dalam penjara bukan akan lebih baik tapi bisa memperparah kondisinya. Misalnya akan bersosialisasi dengan bandar dan kurir, sehingga yang awalnya pecandu akhirnya ikut-ikutan mengedarkkan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:narkoba,