16 Juta Warga Yaman Perlu Bantuan Kemanusiaan

16 Juta Warga Yaman Perlu Bantuan Kemanusiaan

Situasi keamanan memburuk di Yaman sejak Januari, ketika kelompok Syiah Al-Houthi merebut Istana Presiden di Sana'a, Ibu Kota Yaman.(Foto:Tempo)

PBB - Kantor PBB Urusan Koordinasi Kemanusiaan (OCHA) mengatakan lebih dari 60 persen penduduk di Yaman --hampir 16 juta orang-- sangat memerlukan makanan, air bersih dan alat kebersihan, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam taklimat Sabtu  (14/2/2015) WIB.

Kendati ada krisis politik, pengiriman bantuan dasar kemanusiaan buat semua orang yang memerlukan mungkin dilakukan, kata Johannes van der Klaauw, Koordinator Kemanusiaan bagi Yaman. Ia menambahkan penting bahwa bantuan kemanusiaan dipisahkan dari situasi politik.

Situasi keamanan memburuk di Yaman sejak Januari, ketika kelompok Syiah Al-Houthi merebut Istana Presiden di Sana'a, Ibu Kota Yaman, setelah bentrokan mematikan melawan pengawal presiden.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Kamis (12/2) memperingatkan, "Yaman ambruk di depan mata kita." Ia mendesak masyarakat internasional agar "melakukan apa saja yang mungkin" guna membantu negeri itu kembali dari ambang kekacauan.

Dana Anak PBB (UNICEF) juga menyuarakan keprihatinannya sehubungan dengan krisis ekonomi yang merongrong negara di Jazirah Arab tersebut.

Yang sangat mengkhawatirkan ialah melihat peningkatan jumlah anak yang menderita gizi buruk dan makin sedikit anak yang bersekolah, kata UNICEF, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Lembaga PBB itu menyatakan meskipun angka pendidikan telah mencapai 70 persen dalam beberapa tahun belakangan, pretasi tersebut tampaknya akan sirna.

Kelompok Syiah Al-Houthi, yang juga dikenal dengan nama Ansarullah dan berpusat di Provinsi Utara-jauh Yaman, Saada, telah memperluas pengaruhnya ke arah utara, setelah menandatangani kesepakatan perdamaian dan pembagian kekuasaan --yang ditaja PBB-- pada 21 September 2014. Sebelumnya bentrokan maut berkecamuk selama satu pekan.

Pada Senin (9/2), partai politik di Yaman dan kelompok Al-Houthi melanjutkan pembicaraan di bawah penengaah Utusan PBB Jamal Benomar, dengan tujuan menemukan penyelesaian guna mengakhiri secara damai krisis saat ini. (AY)

.

Categories:Internasional,