Pertempuran di Ukraina Tewaskan 27 Warga Sipil

Pertempuran di Ukraina Tewaskan 27 Warga Sipil

Pertempuran berkecamuk di Ukraina.

Donetsk - Pertempuran berkecamuk di Ukraina, Sabtu (14/2/2015) WIB, ketika gencatan senjata akan diberlakukan sementara Amerika Serikat menyatakan Rusia masih memasok senjata berat dan Kiev memperingatkan gempuran terhadap warga sipil meningkat sejak perjanjian gencatan ditandatangani.

Presiden Petro Poroshenko mengatakan gempuran yang terus berlangsung terhadap warga sipil di bagian timur Ukraina oleh pemberontak pro-Rusia sudah mempengaruhi rencana perdamaian yang dicapai di Minsk pada Jumat.

Sedikitnya 27 warga sipil dan tentara diberitakan tewas dalam pertempuran paling akhir itu.

"Sayang sekali setelah perjanjian Minsk, ofensif Rusia meningkat. Kami berfikir bahwa perjanjian tersebut dalam bahaya besar," kata Poroshenko dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

"Setelah apa yang kami rampungkan di Minsk, ini bukan hanya serangan-serangan terhadap warga sipil tetapi juga terhadap perjanjian Minsk," tambahnya. Ia merujuk kepada gempuran terhadap kota Artemivsk --yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun.

Gencatan senjata itu, yang akan berlaku sejak Minggu tengah malam (22.00 GMT Sabtu) akan menjadi ujian pertama terhadap komitmen Kiev dan para pemberontak pro-Rusia atas rencana perdamaian yang baru ditandatangani.

Tetapi dengan para separatis bertempur untuk menaklukkan lebih banyak wilayah menjelang gencatan senjata dan pasukan Kiev mempertahankannya, ada ketakutan mengenai apakah tiap pihak akan memperhatikan gencatan senjata, yang dipandang vital bagi keberhasilan peta jalan perdamaian.

Pertempuran baru Amerika Serikat menyatakan pihaknya meyakini Rusia terus memasok senjata berat menjelang gencatan senjata.

Wanita juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki mengatakan AS telah menerima laporan-laporan mengenai senjata berat yang dipindahkan ke bagian timur Ukraina dari Rusia selama beberapa hari lalu, dan sedang dalam perjalanan.

"Ini jelas bukan dalam semangat perjanjian yang dibuat pekan ini," kata Psaki kepada wartawan.

Ia mengatakan militer Rusia telah mengerahkan sejumlah besar sistem peluncur roket ganda dan artileri dan menggunakannya untuk menggempur posisi-posisi Ukraina.

"Kami yakin bahwa ini merupakan militer Rusia, bukan sistem separatis," ujarnya.

Ia menambahkan tentara Rusia di sepanjang perbatasan sedang menyiapkan pasokan besar kepada para pemberontak pro-Rusia di bagian timur Ukraina. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:perang,