Waspadai DBD Pasca Banjir

Waspadai DBD Pasca Banjir

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang kasusnya diperkirakan meningkat setelah musim hujan dan banjir berlalu.

"Kami imbau pada seluruh masyarakat agar mewaspadai DBD yang biasanya mewabah di Jakarta setelah musim hujan yang membawa banjir berlalu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Kusmedi di Jakarta, Sabtu (14/2/2015).

Kusmedi mengatakan kebiasaan meningkatnya kasus DBD setelah musim hujan berlalu di Jakarta ini, karena saat musim hujan, jentik nyamuk ikut terbawa arus air ke laut.

Dari data yang dihimpun, pada Februari hingga Maret memang merupakan titik puncak jumlah kasus DBD. Dari data tersebut diketahui pada tahun 2014, di Bulan Januari tercatat ada 865 kasus, Februari 1.067 kasus.

Pada Bulan Maret serta April ketika musim hujan sudah melewati puncaknya, pengidap DBD malah meningkat menjadi 1.476 dan 1.417 kasus. Sedangkan di Bulan Mei serta Juni angka tersebut menurun kembali ke angka 1.059 dan 617 kasus, gejala penurunan tersebut terus terjadi hingga akhir tahun.

"Sementara itu pada Bulan Januari tahun 2015 ini, kami mencatat ada 265 kasus dengan jumlah korban jiwa sebanyak satu orang, angka tersebut menunjukan penurunan. Namun yang perlu di waspadai di bulan-bulan mendatang saat musim penghujan melewati puncaknya," ujar Kusmedi.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan langkah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menjalankan program 3M yaitu membersihkan dan menutup tempat penampungan air serta mengubur sampah yang bisa menjadi sarang nyamuk aedes aegypti penyebab DBD. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,