Penundaan LSI Rugikan Klub dan Operator Liga

Penundaan LSI Rugikan Klub dan Operator Liga

ilustrasi

Jayapura - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin berpendapat pengusulan penundaan penyelenggaraan kompetisi Liga Super Indonesia Super (LSI) 2015 dipastikan akan merugikan pemain, klub dan operator liga sebagai penyelenggara.

"Sudah pasti pemain rugi, klub rugi dan liga juga rugi, jika penyelenggaran LSI di tunda," kata Djohar Arifin disela-sela Kongres Biasa Asprov PSSI Papua di Hotel Aston Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (14/2/2015).

Jika sehari saja kompetisi ditunda, kata Djohar, klub dipastikan merugi karena mengeluarkan biaya makan, minum, pemondokkan serta biaya official yang besar.

"Kalau penundaannya dua hari, seminggu, sebulan, penundaan ini juga artinya akan terjadi perubahan kontrak klub dengan sponsor, liga juga punya sponsor. Ini akan merusak kontrak dan akan merusak nilai kontrak pemasukan klub, nah tentunya juga pemain dirugikan," katanya.

Kontrak para pemain, menurut Djohar, barangkali untuk bermain 10 bulan kedepan tetapi karena ada penundaan maka bisa terjadi lebih lama hingga 11-12 bulan lamanya.

"Mereka (para pemain) seharusnya sudah menyelesaikan satu musim kompetisi tapi dengan penundaan itu bisa sampai 12 - 13 bulan, dengan nilai yang sama, bekerja lebih lama, pemain dirugikan," katanya.

Kemudian, kerugian-kerugian yang lebih besar lagi akan diterima yakni agenda Timnas akan tertunda. "Ini kerugian yang dahsyat yang kita terima, timnas kita semestinya sudah bisa ikut even. Mereka sudah seharusnya berkumpul pada FIFA Matcday, atau kegiatan lainnya akan jadi terlambat," katanya.

"Jadi harus disadari bahwa ini beberapa hal yang penting jika di kompetisi ditunda lagi. Yah, saya harapkan ini jadi perhatian, kerugian dahsyat pada industri sepak bola Indonesia oleh karena itu usulan ini hendaknya diperhatikan," tambahnya.

Namun Djohar berkeyakinan jika usulan tersebut akan dikaji dan dipahami dengan baik oleh Menteri Pemuda dan Olahraga. "Inikan baru usulan, jadi saya minta ini diabaikan, usulan ini tidak bagus. Tim Sembilan ini pun pernah undang kami di Menpora, kami datang tapi tidak diterima. Oleh kaena itu PSSI sepakat, kami undang mereka, tapi tidak datang," katanyua.

"Kami harapkan kompetisi tetap jalan, kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk laga pembuka agar tetap dijalankan. Kami belum berkoordinasi dengan Menpora, tapi beliau pasti pahami, karena itu kan hanya usulan. Pak menpora sangat realistisi, beliau tidak akan merusak, dia mundukung sepak bola Indonesia maju, saya yakin pak menteri tidak akan demikian," tambahnya.

Sebelumnya, Tim Sembilan merekomendasikan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia untuk menunda penyelenggaraan kompetisi Indonesia Super League 2015 sampai dipenuhinya lima persyaratan standar organisasi.

"Berdasarkan pemaparan dari BOPI terhadap hasil verifikasi, Tim Sembilan merekomendasikan kepada Menpora melalui BOPI untuk menunda atau menerbitkan penyelenggaraan kompetisi ISL sampai dipenuhinya persyaratan standar pengelolaan organisasi dan kejuaraan sesuai UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional," kata Ketua Tim Sembilan Oegroseno usai rapat bersama BOPI dan sejumlah pihak di Kantor Kemenpora, Jumat (13/2). (AY)

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,