Konser The 90's Festival Berhasil Bangkitkan Nostalgia

Konser The 90's Festival Berhasil Bangkitkan Nostalgia

The 90's Festival di Eldorado Bandung (Dadan)

Bandung- Bertepatan dengan hari kasih sayang, warga Bandung disuguhi sebuah even  akbar dengan konsep yang unik yaitu mengangkat tema tahun 90-an. 

Gelaran bertajuk The 90’s Festival ini seakan membawa pengunjung melalui terowongan waktu kembali ke era 90-an. Ikon-ikon yang lekat pada dekade 90-an kembali diangkat dan jadi tema dieven yang dihelat  di Eldorado, Jalan Setiabudi, Bandung, Sabtu, (14/2).

Begitu juga dengan line up band yang menjadi menu utama di The 90’s Festival. Band-band yang menjadi idol di tahun 90-an kembali hadir untuk memuaskan kerinduan paradiehard fans-nya pada masa itu. Band-band seperti, Base jam, Air Band, M E, Caffeine, Fungky Kopral, Voodoo, Fatur dan Nadila, Java Jive, P-Project, Andre Hehanusa dan Sheila On 7.

Para bintang tahun 90-an yang tampil di dua stage, yaitu stage out door dan stage indoor berhasil membangun nuansa masa kejayaan mereka dan memberi kesempatan pada pengunjung untuk bernostalgia lewat karya-karya hits mereka.

Penampilan Java Jive berhasil mebuat atmosfer romantis begitu kentara di stage indoor. Musik bergenre Pop milik Band asal Bandung dengan ikon duet vokal mereka Fatur dan Danny membuai para pengunjung untuk kembali mengenang masa-masa manis saat lagu-lagu seperti “Hilang”, “ Permataku”, "Sisa Semalam”, "Keliru", "Teman Sehati", menjadiplay list wajib untuk mereka di tahun 90-an. Ditutup dengan tembang  “Selalu Untuk Selamanya" dan "Gerangan Cinta" suara vocal Fatur dan Danny melebur dengan nyanyian ribuan pengunjung yang hadir di stage indoor.

Berbeda dengan Java Jive dengan nuansa romantisnya, penampilan grup parodi asal Kota Kembang        P-Project malah memecah suasana menjadi penuh tawa. Penampilan ngocol dan slengean ala Deny Chandra,Iszur Muchtar, Daan Aria, Joe dan Iang  Darmawan berhasil mengocok perut para pengunjung dengan candaan dan gimik yang spontan dan segar milik mereka.

Tembang lawas mereka seperti “Antrilah di Loket”,  “Cantik tapi bau”, “Cover Boy” dinyanyikan dengan santai dan penuh canda. Sesaat setelah lagu “ Anjing ku Melolong”, Denny melontarkan candaan segar, “Joe, anjing kan kakinya ada empat, nah sekarang binatang apa yang kakinya ada sepuluh?” Beberapa waktu setelah Joe tidak bias menjawab, Denny kemudian menjawab “ Taluk Joe?, jawabanya Anjing babi lu!!”, lontarnya dengan dengan logat khas Bandung, seluruh penonton yang hadir kontan tertawa puas. (Ode)**
.

Categories:Musik,
Tags:musik,