94 Desa di Jambi Tidak Memiliki Sekolah SD/MI

94 Desa di Jambi Tidak Memiliki Sekolah SD/MI

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jambi  - Hasil pendataan potensi desa (Podes) tahun 2014 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan bahwa hampir semua desa atau kelurahan sudah terjangkau oleh sarana pendidikan setingkat SD/MI, hanya 6,06 persen atau 94 desa atau kelurahan) yang tidak ada SD/MI.

Kepala BPS Jambi, Yos Rusdiansyah, di Jambi, Selasa (17/2/2015), mengatakan hasil Podes mencatat bahwa di Provinsi Jambi masih terdapat kelurahan atau desa yang tidak memiliki sekolah dasar atau setingkatnya sehingga BPS mencatat tidak ada Sumber Daya Manusia (SDM) nya di desa atau kelurahan tersebut.

"Hasil survei Podes BPS ini diharapkan bisa menjadi acuan dari pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten untuk bisa menyentuh pembangunan SDM di 94 desa atau kelurahan di Provinsi Jambi tersebut agar bisa dibangun SD atau MIN sehingga SDM di sana tidak tertinggal jauh dibandingkan daerah lainnya," kata Yos Rusdiansyah.

Sementara itu hasil Podes juga mencatat bahwa sarana pendidikan menengah pertama dan menengah atas juga telah tersedia di sebagian besar wilayah kecamatan di Indonesia. 

Dari 138 kecamatan yang tercatat dalam Podes 2014, hanya satu kecamatan yang tidak ada SMP/MTs dan lima kecamatan yang tidak ada SMU/SMK/MA.

Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan tiga kali dalam 10 tahun. Berdasarkan hasil Podes 2014, yang dilakukan pada April 2014 tercatat 1.551 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 1.389 desa dan 162 kelurahan, kemudian Podes juga mencatat sebanyak 138 kecamatan dan 11 kabupaten/kota.

Hasil Podes jumlah wilayah administrasi menurut keberadaan infrastruktur adalah terdapat 94 desa/kelurahan (6,06 persen) tidak ada SD/MI, kemudian semua kecamatan (138 atau 100 persen) sudah tersedia Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu). 

Kemudian lagi ada sebanyak 21 kecamatan atau 15,22 persen tidak mempunyai pasar dengan bangunan dan sebanyak 767 desa atau kelurahan (49,45 persen) belum mempunyai penerangan di jalan utama. 

Sebanyak 1.547 desa atau kelurahan menggunakan sarana transportasi darat di mana 73 desa atau kelurahan (4,71 persen) diantaranya memiliki kondisi jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda empat atau lebih sepanjang tahun. 

Berdasarkan Podes 2014 teridentifikasi sebanyak 30 desa atau kelurahan berbatasan langsung dengan laut, yaitu 27 desa/kelurahan di Tanjung Jabung Timur dan tiga desa/kelurahan di Tanjung Jabung Barat. 

Indeks Kesulitan Geografis (IKG) merupakan indeks komposit tertimbang dengan skala 0-100 yang dihitung untuk setiap wilayah pemerintahan setingkat desa dan semakin besar indeks menunjukkan tingkat kesulitan geografis yang semakin tinggi. IKG bervariasi antar wilayah dengan rentang antara 14,83 sampai 77,84.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,