Korban Narkoba 80 Persen dari Keluarga Utuh

Korban Narkoba 80 Persen dari Keluarga Utuh

BNN kerap sosialisasikan bahaya narkoba dengan membawa sampel agar masyarakat mengenalnya. (Foto : Ade)

Bandung - Pandangan masyarakat, Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif) menyerang kalangan berduit dan keluarga berantakan, ternyata tidak berlaku lagi. Narkoba saat ini justru bisa menyerang siapa saja dari golongan sosial manapun.

 

Menurut dr. Diah Setia Utami SP.KJ. Mars, dokter dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta, pasien yang berobat karena ketergantungan narkoba justru 80 persen dari keluarga baik-baik.

 

“Pengguna narkoba sekarang 80 persen dari keluarga baik-baik atau utuh. Anak yang orang tuanya bercerai dan melarikan diri ke narkoba bisa terhitung 20 persen,” jelasnya saat di acara sosialisasi BNN di Bandung, Selasa (17/02/2015).

 

Diah juga menambahkan, narkoba tidak hanya menyerang kalangan selebritis dan anak pejabat yang banyak uang. Narkoba malah kebanyakan menyerang kalangan bawah atau ekonomi lemah.

 

“Banyak dari kalangan tukang ojeg, supir angkot, dan anak jalanan jadi korban narkoba. Tidak sedikit juga dari kalangan itu karena tergiur penghasilan besar mereka rela menjadi pengedar,” tambahnya.

 

Di tempat kerja saat ini pun bisa terbilang rawan godaan penyalahgunaan narkoba. Seorang pekerja yang mengalami titik jenuh ada resiko menggunakan narkoba. Berikut karakteristik pekerjaan yang rawan terkena narkoba, antara lain pedagang, peternak, buruh tambang, pekerja industri pertanian, tenaga medis, dan aparat penegak hukum.

 

Maka dari itu, BNN bekerjasama dengan BNP di setiap provinsi senantiasa rutin mengelar program sosialisasi anti narkoba bagi kalangan instansi pemerintah ataupun pihak swasta. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:narkoba,