KPK Dikriminalisasi, 60 Pengacara Siap Bela AS

KPK Dikriminalisasi, 60 Pengacara Siap Bela AS

60 Pengacara Siap Bela AS

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dilemahkan oleh oknum-oknum, yang tidak menginginkan adanya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Menurut Kuasa Hukum Abraham Samad, Nursyahbani Katjasungkana, kriminalisasi sangat terlihat jelas dari penetapan kasus pria asal Makassar itu. Bahkan, cara yang digunakan mirip dengan kasus yang menjerat Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW), meski perkara kasusnya berbeda.
 
"Dari segi kasus sih enggak rumit, tapi ini bagian dari politisasi dan kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK," ujarnya di Gedung KPK, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/2).
Di samping itu, bukan hanya dirinya yang akan menjadi kuasa hukum dari Abraham Samad, tetapi ada teman-teman lainnya yang tergabung dari Tim Advokasi Anti Kriminalisasi (Taktis). Mereka sebagian besar pengacara dari BW. "Pak AS (Abraham Samad) akan dibela sekira 40 sampai 60 pengacara," katanya.
 
Diakui, sampai saat ini masih mengkaji pasal-pasal yang dituduhkan kepada Abraham Samad. Samad sendiri dijerat dengan Pasal 266 ayat (1) juncto pasal 55-56 ayat (1) subsidair Pasal 93 UU RI No. 23 Tahun 2006, tentang Administrasi Kependudukan, yang telah diperbaharui dengan UU Nomor 24 Tahun 2013.
 
"Kita akan membahasnya, kita belum tahu betul apa pasal-pasal yang dituduhkan kecuali pemalsuan dokumen," tuntasnya.
Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat telah menetapkan Ketua KPK, Abraham Samad, sebagai tersangka perkara dugaan pemalsuan dokumen. 
Dari keterangan yang dihimpun, rencananya Samad dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada Jumat 20 Februari 2015. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:politik,