Jadikan Desa Terluar sebagai Tujuan Wisata

Jadikan Desa Terluar sebagai Tujuan Wisata

Bendera Merah Putih dari tembaga tertancap di pinggir Pantai Uhum, Desa Purpura, bagian utara Pulau Kisar KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA. (Net)

Jakarta  - Menteri Desa Pembangunan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan, desa terluar yang berbatasan dengan negara tetangga bisa menjadi tujuan wisata.

"Desa-desa terluar itu bisa menjadi potensi wisata, jika dikelola secara benar bisa menjadi tujuan wisata," ujar Marwan di Jakarta, Selasa (17/2).

Saat ini, sebanyak 92 pulau terluar di Tanah Air berbatasan langsung dengan negara tetangga. Yaitu Australia, Malaysia, Singapura, India, Thailand, Vietnam, Fillipina, Palau, Papua Nugini dan Timor Leste.

Oleh karena itu, lanjut Marwan, kementeriannya akan mengkaji kemungkinan membangun desa-desa di pulau terluar itu sebagai desa wisata, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar wilayah tersebut.

"Kita sedang telaah dan kaji, desa di pulau-pulau terluar yang memiliki potensi alam dan budidaya lokal kita dorong agar menjadi tujuan wisatawan, baik domestik maupun asing," katanya.

Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki desa-desa di pulau itu, Marwan meyakini banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke wilayah perbatasan. Sehingga, kesan bahwa wilayah perbatasan sama sekali jauh dari hiruk pikuk kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya akan tereliminir.

"Selain itu, sesuai dengan target kami di kementerian untuk membangun desa mandiri pun juga terealisasi dengan program tersebut," papar Marwan.

Terkait dengan masih minimnya sumber daya manusia di perbatasan, Marwan kembali menyatakan akan membuka program transmigrasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah padat penduduk.

"Soal SDM nanti kita kita buka transmigrasi, bagi masyarakat di Jawa atau di wilayah padat penduduk lainnya, dari pada di desa sendiri tapi tidak memiliki pekerjaan tetap, lebih baik transmigrasi ke desa-desa perbatasan," katanya.

Industri pariwisata terbukti antikrisis global. Saat perekonomian global terpuruk, pertumbuhan pariwisata Indonesia tetap tumbuh, bahkan melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia pada 2014 mencapai 9,39 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7 persen. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,