Defisit Transaksi Berjalan Hantam Rupiah 3,9 Persen

Defisit Transaksi Berjalan Hantam Rupiah 3,9 Persen

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - Bank Indonesia mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah sebesar 3,9 persen, pada triwulan IV-2014 menjadi Rp12.244 per dolar AS. Hal itu seiring dengan perbaikan defisit transaksi berjalan atau  current account deficit (CAD) yang turun 2,95 persen menjadi 26,2 miliar dolar AS secara year on year (YoY) di 2014.

"Rupiah secara rata-rata melemah 1,21 persen month to month ke level Rp 12.581 per dolar AS. Kami memandang pergerakan nilai tukar mendukung perbaikan defisit transaksi berjalan, baik melalui penurunan impor khususnya barang konsumsi maupun peningkatan daya saing ekspor khususnya manufaktur," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Menurutnya, semakin solidnya perekonomian AS mendorong penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang dunia. Tekanan terhadap rupiah berlanjut di Januari 2014, sejalan dengan terus berlangsungnya penguatan dolar AS akibat rencana ECB yang akan melakukan kebijakan pelonggaraan moneter yang diikuti oleh sejumlah negara.

Untuk ke depannya, tambah Agus, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya. Sehingga dapat mendukung stabilitas makroekonomi dan penyesuaian ekonomi ke arah yang lebih sehat dan berkesinambungan. "Akan kita jaga stabilitas makroekonomi, agar nilai tukar bisa terjaga sesuai dengan fundamental yang ada," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,