Kabut Asap di “Kota Mpek-mpek” Makin Menjadi-jadi

Kabut Asap di “Kota Mpek-mpek” Makin Menjadi-jadi

Kabut Asap di “Kota Mpek-mpek” Makin Menjadi-jadi. (FOTO : ANTARA)

Palembang – Kabut asap yang melanda Kota Palembang pada awal bulan Oktober ini semakin menjadi-jadi dan belum menunjukkan adanya perubahan ke arah lebih baik. Bahkan, aktivis lingkungan yang tergabung dalam Mahasiswa Hijau Indonesia wilayah Sumatera Selatan menyatakan, kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan sejumlah daerah provinsi setempat, pada Oktober 2014 paling parah dibanding sebelumnya di Kota Palembang.

"Udara di Kota Palembang akhir-akhir ini sepanjang hari semakin pekat diselimuti kabut asap kiriman dari daerah terdekat seperti Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir yang mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut faktor dampak negatif musim kemarau, bahkan diduga dibakar secara sengaja oleh orang suruhan perusahaan perkebuan dan pengelola kebun rakyat," kata aktivis Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI) wilayah Sumatera Selatan, Dedek Chaniago di Palembang, Jumat (03/10/2014).

Dia menegaskan, kabut asap yang mencemari udara secara terus menerus akhir-akhir ini mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat.Warga yang tinggal di Kota Palembang dan sejumlah kabupaten yang mengalami kebakaran hutan dan lahan pada puncak musim kemarau 2014 ini mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk dan sesak napas.Melihat kondisi tersebut, diharapkan kepada pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan provinsi setempat untuk melakukan tindakan penanggulangan masalah kabut asap tersebut.

"Permasalahan kabut asap yang kini terasa semakin pekat di daerah sumber titik api dan berimbas ke Kota Palembang terutama pada pagi dan sore hari, perlu mendapat perhatian semua pihak agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar," ujar Dedek.

Sebelumnya Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto, menjelaskan, menghadapi bencana kabut asap yang terjadi pada September ini, pihaknya menyiapkan beberapa langkah penanggulangan di antaranya dengan melakukan operasi pemadaman titik api melalui darat dan udara.Pemadaman melalui darat bekerja sama dengan BPBD dan petugas penanggulangan bahaya kebakaran kabupaten yang menjadi sumber titik api.

Sedangkan untuk melakukan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui udara, pihaknya melakukan pengeboman air di titik api yang sulit dijangkau tim operasi darat dengan menggunakan beberapa helikopter. Untuk meminimalkan jumlah titik api penyebab bencana kabut asap itu, pihaknya terus berupaya melakukan operasi darat dan udara secara maksimal, dan berupaya melakukan hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hingga masalah kabut asap bisa diatasi dengan baik dan tidak lagi mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat, ujar Yulizar. (AY)

.

Categories:Nasional,