Benda-benda Tabu yang Dijadikan Hadiah Imlek

Benda-benda Tabu yang Dijadikan Hadiah Imlek

Ilustrasi.(Foto:Net)

Beijing - Hari ini tepat memperingati Hari Raya Imlek dihampir seluruh dunia. Ada kebiasaan pada hari raya Imlek adalah hadiah angpao yang diberikan kepada anak-anak atau keponakan yang belum menikah. Jika sudah menikah, maka mereka barhak memnyisihkan rezekinya buat memberi hadiah. 
 
Ada juga beberapa benda yang tabu untuk dijadikan hadiah dalam perayaan tahun baru Imlek karena dianggap membawa sial atau berarti negatif, yakni aneka benda tajam, sepatu dan jam.


Salah seorang rekan Wang Yi di Beijing, Kamis (19/2/2015) , menuturkan bahwa memberikan kado berupa aneka benda tajam seperti gunting berarti si pemberi kado ingin memutuskan hubungan pertemanan dengan yang diberikan kado.

"Karenanya sangat tabu, untuk memberikan aneka benda tajam untuk perayaan tahun baru. Begitupun, payung. Karena kata payung dalam bahasa Mandarin sama pengucapannya dengan kata san, yang berarti putus hubungan," ungkapnya.

Jika ingin memberikan kado untuk imlek, juga jangan mengandung angka empat atau kelipatannya karena dalam Bahasa Mandarin empat (si), pengucapannya sama dengan kata mati dalam bahasa yang sama, meski kedua kata tersebut memiliki karakter huruf yang berbeda.

Sepatu dan cindera mata atau kerajinan tangan juga tabu dijadikan hadiah saat perayaan tahun baru Tiongkok.

Sepatu memiliki pengucapan yang sama dengan kata sial dalam bahasa Mandarin, meski kedua kata itu memiliki karakter huruf yang berbeda.

Sedangkan kerajinan tangan menandakan si pemberi kado, seakan menyampaikan kata perpisahaan mengingat memberikan aneka hasil kerajinan tangan biasa dilakukan saat warga Tiongkok datang ke pemakaman kerabat atau keluargannya.

Jam merupakan salah satu benda yang sangat dilarang untuk dijadikan hadiah baik saat perayaan tahun baru maupun perayaan lainnya.

Jam menandakan waktu, tepatnya menandakan habisnya waktu. Kata jam juga sama pengucapannya dengan kata untuk mengunjungi pemakaman. Maka memberikan jam sebagai kado, sama dengan kesialan, kematian, ungkap Wang Yi.

Buah pir dan bunga juga tabu diberikan saat perayaan tahun baru Tiongkok.

Buah pir dalam bahasa Mandarin pengucapannya sama dengan kata meninggalkan, sedangkan bunga potong biasa diberikan saat duka atau ke pemakaman, jadi jangan menjadikan bunga sebagai hadiah.

Aneka benda dengan warna hitam dan putih, juga tabu dijadikan hadiah saat perayaan Imlek, karena kedua warna tersebut biasa digunakan saat pemakaman. Bahkan membungkus kado dengan kertas berwarna keduannya juga ditabukan.

Benda terakhir yang tabu dijadikan hadiah saat Imlek adalah kaca, karena benda itu identik dengan pemanggilan setan atau hantu.(Ode)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:budaya,