Pembagian Angpao Simbol Berbagi Sempat Ricuh

Pembagian Angpao Simbol Berbagi Sempat Ricuh

Seorang jemaat membagikan angpao hingga warga saling rebutan. (Foto : ADE)

Bandung - Ratusan warga sekitar Jl. Kelenteng, Bandung sejak pagi sudah ngantri menyambut pembagaian angpao yang rutin diadakan tiap perayaan tahun baru Imlek di Vihara Satya Budhi. Warga yang sudah biasa menerima angpao di tahun-tahun sebelumnya merasa ritual tebar angpao dari jemaah warga Tionghoa dapat sedikit membantu perekonomian warga miskin.

Pengakuan Pinah, warga sekitar, dia sudah berada di Vihara sejak pagi hari, tanpa kesal dan lelah ia dengan sabar menunggu amplop dari para jemaah yang datang.

“Saya berharap warga Tionghoa saat ini bisa lebih peduli terhadap warga pribumi yang miskin,” aku Pinah di Jl. Kelenteng, Kota Bandung, Kamis (19/02/2015)

Pembagian angpao sudah berjalan sejak pukul 11.00, jemaah yang sudah melakukan ritual doa bergerombol di depan Vihara membagikan amplop kecil berwarna merah ke ratusan warga yang sudah lama mengantri. Ratusan warga yang hadir menanti angpao ini kebanyakan didominasi oleh anak-anak, dan ibu-ibu.

“Dari ratusan orang tersebut, ternyata setiap kelompok ada yang mengkoordinir. Jadi jika ada jemaat yang membagikan ia tidak susah membagikan ke setiap orang per orang,” kata Dasep yang menerima angpao.

Akibat banyaknya orang yang berharap mendapat angpao, suasana pembagian angpao sedikit mengalami kericuhan, puluhan anak kecil dan ibu-ibu saling menyerobot merebut lembaran uang puluhan ribu dari para jemaah. Jemaah tidak hanya pembagikan uang yang dibungkus amplop merah saja, ia juga membagikan helai demi helai uang kepada setiap warga.

Dengan adanya koordinator yang mewakili tiap kelompok, ternyata ritual pembagian angpao masih saja ricuh. Malah puluhan anak kecil dan ibu-ibu yang merasa tidak mendapatkan angpao langsung mengejar koordinator, untuk memaksa uang yang diberikan jemaah segera dibagikan.

“Saya khawatir uang yang jumlahnya lumayan besar dibawa lari koordinator,” keluh Pinah.

Penuturan Feriadi, petugas keamanan Yayasan Satya Budhi, sejak pagi memang ratusan warga sekitar sudah berbondong menunggu pembagian angpao.

“Pihaknya sudah menyiapkan pengamanan khusus bila terjadi kerusuhan, untungnya hanya ricuh sebentar dan itu cepat bisa diatasi,” tuturnya. (Ode)**

.

Categories:Bandung,