Indahnya “Berbagi Kasih” dengan Anak Yatim

Indahnya “Berbagi Kasih” dengan  Anak Yatim

Anak yatim bersama para donatur saat menghadiri acara Berbagi Kasih untuk menyambut Idul Adha di Saung Raden Bule Jl Banteng 56 Bandung, Jumat (3/10/2014). (Foto: Wa Ode)

Bandung – Sebanyak 40 anak yatim dari dua yayasan Panti Asuhan Al Hidayah dari Jl Kiaracondong (Jl Ibrahim Adjie)  Bandung  dan  Yayasan Bina Hati Insani  dari  Komp PLN Jl Ciateul  Bandung, menghadiri  acara “Berbagi Kasih” di Saung  Pak Raden Bule Jl Banteng No  56 Bandung, Jumat (3/10/2014).
 
Acara “Berbagi Kasih” yang digagas artis  penyanyi  Euis Cahya (46)  dan penyanyi  Rieke Adriatie (52)  ini  dalam rangka menyambut  datangnya Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober 2014.
 
“Persiapannya sangat mendadak,  hanya empat hari, alhamdulilah teman-teman donatur ikut membantu sehingga  uang bisa terkumpul lumayan, dan diteruskan kepada  anak-anak yatim yang berhak menerimanya, seperti mala mini,” kata Euis Cahya seraya mengatakan donasi yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp 14 juta.
 
 Sumbangan ini belum termasuk dari Forum Wartawan Hiburan Bandung (FWHB) yang secara langsung disampaikan kepada kedua yayasan yang diserahkan Ratna Djuwita selaku ketua FWHB  malam itu.
 
Menurut  Raden Dunbar  selaku ikon Saung  Raden Bule, malam ini adalah malam istimewa. “ Kehadiran anak-anakku (anak yatim) menjadi  sangat berarti, karena melalui doa anak-anak semua kita bisa diberi jalan yang terbaik dari Tuhan,  untuk kita semua yang ada di sini,” katanya saat memberi kata sambutan.
 
Sedangkan  Ustadz Diat Hadiat  saat mengisi kultum mengatakan, jika malam ini adalah istimewa  seperti yang sudah diucapkan oleh Pak Raden . “ Karena  Allah swt memberi kita  begitu banyak kenikmatan yang banyak sekali. Allah tidak meminta persyaratan banyak-banyak,  kita hanya disuruh untuk mendirikan salat badar. Pertama  ada ayat yang mengatakan salatlah untukku dan yang kedua berkurbanlah  untuk mencari ridha Allah. Tentu ini kewajiban bagi yang sudah mampu. Sembelihlah hewan kurban  dan bagikan kepada yang berhak menerimanya, yang non Muslim pun jika ada bisa pula dibagikan daging kurbannya, apalagi terhadap yang benar-benar membutuhkannya,” kata Diat Hadiat.
 
Acara yang dibawakan secara semi formal itu, usai pembacaan  ayat suci Al Quran oleh ustadz  Dadang, dilanjutkan dengan makan malam. Panitia juga memberikan bingkisan alat sekolah dan uang “kadeudeuh” setiap anak menerimanya.
 
“Saya bangga bisa menjadi  bagian dari acara Berbagi Kasih ini, selain kita ikut bergembira, acara semacam ini menumbuhkan rasa kekeluargaan dengan banyak bersilaturahim, pokoknya, setiap acara saya tidak pernah tidak datang, itung-itung sebagai hiburan karena  keluar sejenak  dari  kehidupan rutinitas sehari-hari,” ujar Uphan (14) dari Yayasan Bina Hati Insani,  pelajar  MTS Muhammadiyah  Jln Muhamadiyah (Otista) No 95 Bandung. 
 
Dipandu Rieke Adriatie (resmi)  dan Ardan Masturo (hiburan), anak yatim itu sebelum acara berakhir, diberi kesempatan untuk mengikuti games dengan bertanding joget yang diiringi nyanyian dangdut. Malam itu secara spontan, seorang donatur ikut berjoget dan memberikan sebuah cincin emas kepada seorang peserta  games yang dinilainya cukup baik dan menghibur.  “ Kita benar-benar senang dan bahagia mala mini,” cetus Mumuh  juga dari Bina Hati Insani. (Ode)** 
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,