9.000 Tentara Afghanistan Tewas Dalam Pertempuran Melawan Taliban

9.000 Tentara Afghanistan Tewas Dalam Pertempuran Melawan Taliban

9.000 Tentara Afghanistan Tewas Dalam Pertempuran Melawan Taliban. (Foto: Net)

Washington - Angkatan bersenjata Afghanistan mengalami korban yang lebih banyak tahun ini, dengan sekitar 9.000 orang tewas atau cedera dalam pertempuran melawan Taliban, kata komandan baru Amerika Serikat di Aghanistan.

Jumlah korban itu meningkat tajam dalam dua tahun terakhir ini sementara pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat mengurangi kehadirannya dan menyerahkan sebagian besar tugas tempur kepada tentara dan polisi Afghanistan.

Jenderal John Campbell, yang baru-baru ini memangku jabatan sebagai kepala Pasukan Bantuan Keamanan Inetrnasional (ISAF) di Afghanistan mengemukakan kepada wartawan, perkiraan seluruh korban (Afghanistan) itu-- ini termasuk yang cedera dan tewas antara 7.000 sampai 9.000 orang.

Dan selama tahun 2013, jumlah seluruh korban pasukan kwamanan Afghanistan hampir sama, kata jenderal itu melalui jaringan video dari Kabul.

"Ada peningkatan jumlah korban yang dialami pasukan keamanan Afghanistan. Tetapi ini diperkirakan karena memimpin serangan," setelah mengambil alih missi NATO.

Polisi Afghanistan paling banyak menjadi korban karena peralatan mereka yang kurang dan lebih rentan serangan, kata Campbell, yang memangku jabatannya enam pekan lalu.

"Persentase korban di kalangan polisi jauh lebih besar karena mereka adalah garis pertama pertahanan," katanya. Mereka tidak dilengkapi peralatan yang baik seperti yang diperoleh tentara Afghanistan dan pasukan operasi khusus yang memiliki peralatan yang baik. Jadi mereka mungkin yang terbanyak menjadi korban. Pertempuran seru pekan-pekan belakang ini di Provinsi Helmand selatan, di mana kontingen Marinier ditarik, telah menyebabkan jumlah korban lebih tinggi, kata jenderal itu.

"Helmand, selama enam minggu belakangan ini dilanda pertempuran," katanya.

Tetapi ia memperkirakan pasukan Afghanistan akan berhasil memukul mundur Taliban, dan mengatakan gerilyawan itu tidak dapat "menguasai" daerah itu.

Ia mengatakan, dalam 48 jam ke depan anda akan melihat laporan dari warga Afghanistan yang menunjukkan mereka telah bekerja dengan sangat, sangat baik di sana. Lebih dari 2.200 tentara AS tewas dalam perang 13 tahun dan lebih dari 19.000 cedera. Tetapi jumah korban itu menurun drastis sejak pasukan AS dan NATO mulai mundur dalam dua tahun belakangan ini, sementara tetap memainkan satu peran pendukung untuk pasukan Afghanistan.

Selain pasukan operasi khusus AS, sebagian besar tentara AS tidak lagi ikut serta dalam operasi-operasi tempur di Afghanistan. Masih ada sekitar 40.000 tentara AS di negara itu dan jumlah itu akan menurun menjadi 9.800 personil pada akhir tahun ini sesuai dengan perjanjian keamanan AS-Afghanistaan yang ditandatangani pekan ini.

Setelah serangan 11 September 2001 oleh Al Qaida di New York dan Washington ,AS menduduki Afghanistan, menggulingkan pemerintah Taliban karena punya hubungan dengan kelompok garis keras Al Qaida. (AY)

.

Categories:Internasional,