18 Klub ISL Deklarasi Tolak Rekomendasi Menpora

18 Klub ISL Deklarasi Tolak Rekomendasi Menpora

18 Perwakilan Klub ISL Nyatakan Deklarasi Bandung di Lapangan Progresif Jalan Soekarno Hatta Bandung, Jumat (20/2)

Bandung - Terkait rekomendasi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi soal penundaan Kick Off Indonesia Super League (ISL) hingga 4 Maret, Jumat malam (20/2) 18 Klub ISL melakukan deklarasi.
 
Deklarasi itu berisi permintaan kepada PT Liga untuk tidak mengindahkan apa yang sudah ditetapkan Menpora melalui BOPI. Ini terkait dengan persyaratan dalam penerbitan rekomendasi izin ISL.

Deklarasi dibacakan langsung oleh Sekretaris Umum Persipura Rocky Bebena bersama Direktur Persib Bandung Umuh Muhtar, di tengah lapangan sepak bola Progresif Bandung. "Kami meminta PT Liga untuk tidak mengindahkan rekomenadai BOPI," ujar Rocky saat membacakan deklarasi didampingi 18 petinggi klub peserta ISL.

Hadir dalam deklarasi itu adalah Presiden Persija, Ferry Paulus; Sekretaris Umum Persipura, Rocky Bebena; Manajer Persebaya, Gede Widiade; serta Manajer Persib, Umuh Muhtar dan perwakilan dari klub-klub ISL yang lain. 

Sementara menurut Manajer Persebaya,  I Gede Widiade sikap BOPI dan Menpora sudah tidak bisa dibiarkan. Dia  meminta PT Liga Indonesia untuk melayangkan somasi kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Menurut Gede, hal itu patut dilakukan PT Liga karena BOPI dinilai sudah membuat kondisi sepakbola di Indonesia menjadi berantakan.

Seperti diketahui, BOPI dan Kemenpora tidak memberikan rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, yang sedianya digelar kemarin.
 
Akibat tak diberi rekomendasi tersebut kompetisi ISL 2015 semakin semrawut dan belum jelas kapan akan digelar kembali. Ditambah, sepakbola Indonesia akan terkena sanksi skors dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), terkait kisruh kompetisi tersebut.

"Kami sebagai pemegang saham di PT Liga, meminta PT Liga melakukan upaya administratif. Mengenai kepentingan yuridis, kami memerintahkan PT Liga untuk mensomasi BOPI, me-PTUN-kan terkait surat mereka," ujar Gede Widiade.

Gede mengatakan, upaya itu dilakukan agar bisa melindungi klub-klub sepakbola Indonesia dari hal-hal seperti demikian yang bisa mengakibatkan kerugian yang sangat besar.

"Kalau ini tidak ada kepastian hukumnya, dampaknya sangat besar besar , terutama soal sponsor dan investor," imbuhnya. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,