Mungkinkah Kambing Jadi Sarana Edukasi Anak?

Mungkinkah Kambing Jadi Sarana Edukasi Anak?

Ilustrasi.(Foto:Net)

Temanggung, Jawa Tengah  - Kambing menjadi sarana edukasi bagi anak-anak? Setidaknya itu yang terjadi di peternakan kambing peranakan etawa Kelompok Usaha Bersama Ngudi Raharjo, Dusun Gandokan, Desa Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pengelola peternakan kambing PE KUB Ngudi Raharjo, Arif Wicaksono, di Temanggung, Sabtu (21/2/2015), menuturkan minimal sebulan sekali tempat usaha peternakan ini dikunjungi anak-anak TK dalam rangka wisata edukasi.

" Hal ini merupakan bagian dari visi kami untuk mengenalkan atau memasyarakatkan kambing PE kepada anak-anak, khususnya adik-adik TK," katanya usai menerima kunjungan anak TK Pertiwi Setda Temanggung.

Ia menuturkan mereka diperkenalkan pada pengetahuan tentang kambing, bagaimana cara merawat, memberikan makan, memerah susu, dan diperkenalkan pada produk olahan susu kambing.

"Mereka kami ajak memandikan kambing, memotong kuku kambing, menyaksikan pemerahan susu, dan mencicipi makanan olahan dari bahan susu, antara lain es krim, pukis, dan pangsit," katanya.

Di peternakan tersebut terdapat sekitar 40 ekor kambing PE, sekitar 20 ekor di antaranya saat ini bisa menghasilkan susu. 

Ia mengatakan program kunjungan anak TK ini berlangsung sejak 2012. Pertama yang berkunjung ke sini adalah TK Bias (Bina Anak Sholeh) Magelang kemudian disusul Bias Temanggung selanjutnya terus menyebar ke TK lainnya hingga sekarang.

Ia menyebutkan setiap anak dikenakan biaya Rp15.000 yang nanti dikembalikan dalam bentuk produk olahan susu kambing. 

Kepala TK Pertiwi Setda Temanggung, Erlina mengatakan kegiatan ini merupakan program tahunan TK Pertiwi untuk melatih anak-anak praktik langsung mengenal binatang dan jenis pekerjaan, yang menjadi salah satu tema pengembangan anak-anak.

"Jadi anak-anak kami bawa ke peternakan ini dengan harapan nantinya mereka lebih mencintai satwa dan memelihara lingkungan," katanya.

Ia menyebutkan ada 105 anak TK Pertiwi, untuk berkunjung ke peternakan ini dibagi dalam dua gelombang, pertama pada Kamis (19/2) dan gelombang kedua hari ini.

"Kami memilih peternakan ini karena jaraknya terjangkau, kemudian untuk kontribusinya tidak terlalu mahal, lokasinya memadai, dan materinya sangat menarik bagi anak-anak," katanya.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,