Benarkah Kurikulum di Indonesia Masih Lemah?

Benarkah Kurikulum di Indonesia Masih Lemah?

murid SMAN 1 Bandung saat sedang diskusi belajar. (Foto : ADE)

Bandung – Pengamat pendidikan yang juga pemilik tempat bimbingan belajar Edulab, Oki Earlivan Samporno menilai kurikulum di Indonesia itu terbilang masih lemah karena semua materi yang diberikan kepada para murid hanya sebatas ilmu menghafal, dan bukan ke ilmu aplikasi.

 

Menurut Owner Bimbel Edulab, Oki Earlivan Sampurno, kurikulum di Indonesia saat ini jauh dari standar internasional dan kurang relevan dengan kebutuhan SDM saat ini.

 

“SDM di Indonesia itu harus dimajukan makanya perlu dukungan dari kurikulum yang berkualitas sehingga bisa mencetak seorang SDM  berdaya saing,” papar Oki saat ditemui di kantor Edulab di Jl. Cisangkuy No.6, Kota Bandung belum lama ini.

 

Oki menegaskan kurikulum di Indonesia harus bisa menciptakan seorang SDM yang tanggung dan kuat bersaing.

 

“Orang Indonesia harus buka diri ke dunia internasional, makanya kita perlu standarisasi kurikulum internasional. Orang kita jangan hanya jago kandang, kita jangan kalah sama orang dari China atau India yang berani bersaing dan punya modal ulet, kerja keras, dan kreatif,” tegasnya.

 

Kurikulum di Indonesia saat ini masih terlihat hanya membentuk sebuah murid menjadi orang yang hafal secara teori, sedangkan ilmu aplikasi atau prakteknya belum semuanya diterapkan. 

Menghadapi MEA seharus kualitas SDM di Indonesia lebih ditingkatkan, mengingat saat ini juga Indonesia sedang bersaing dengan sekolah internasional yang sengaja mendatangkan pengajar dari luar negeri. Kualitas lulusan sekolah interrnasional di Indonesia ternyata lebih bagus di banding dengan sekolah dengan kurikulum nasional saat ini.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,