MA Perberat Hukuman Atut Jadi Tujuh Tahun

MA Perberat Hukuman Atut Jadi Tujuh Tahun

Ratu Atut Chosiah

Jakarta - Mahkamah Agung memperberat hukuman mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dari empat tahun menjadi tujuh tahun penjara.
     
Anggota Majelis Hakim Kasasi, Krisna Harahap membenarkan permohonan kasasi Atut ditolak, dan hukumannya ditambah tiga tahun penjara. Juga dengan mantan anggota DPR, Susi Tur Andayani hukumannya sama dengan Ratu Atut Chosiyah.

Menurut Krisna, putusan kasasi itu diputus oleh Majelis Hakim terdiri atas Artidjo Alkostar, Krisna Harahap, Surachmin, MS Lumme serta Mohamad Askin. "Perbuatan Atut secara langsung dapat merusak tatanan, harkat dan martabat bangsa dan negara RI, sehingga harus diganjar dengan hukuman yang berat," kata Krisna di Jakarta, Senin (23/2).
     
Sementara di tingkat pertama, Atut divonis penjara empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider lima bulan kurungan, karena dianggap bersalah memberikan uang Rp 1 miliar kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar melalui advokat Susi Tur Andayani untuk memenangkan gugatan, yang diajukan pasangan Amir Hamzah dan Kasmin.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa Ratu Atut Chosiyah dengan pidana empat tahun penjara dan Rp 200 juta, atau diganti dengan pidana kurungan selama lima bulan," kata Ketua Majelis Hakim Matheus Samiadji dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Putusan itu jauh lebih ringan dibanding dengan tuntutan jaksa KPK yang menuntut Ratu Atut Chosiyah selama 10 tahun penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider lima bulan kurungan, ditambah pidana pencabutan hak memilih dan dipilih dalam jabatan publik.
     
Vonis itu berdasarkan Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP mengenai perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim untuk mempengaruhi putusan perkara. (Jr.)** 

.

Categories:Infotech,
Tags:hukum,