Nelayan Indonesia Gelar Takbiran di Pingtung Taiwan

Nelayan Indonesia Gelar Takbiran di Pingtung Taiwan

Warga negara Indonesia yang berdomisili di Donggang, Pingtung, Taiwan, selain bekerja sebagai nelayan dan pelaut, ada juga yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. (Foto: Net)

Pingtung  -  Kawasan Pelabuhan Donggang, Pingtung Tawan berubah religius, Sabtu (4/10/2014) malam. Pasalnya, puluhan nelayan asli Indonesia menggelar takbis keliling untuk menyambut datangnya Idul Adha.  
 
Para nelayan itu berjalan kaki mengelilingi pelabuhan pendaratan ikan di wilayah selatan Taiwan, dengan mengusung drum kosong untuk mengiringi gema takbir dan tahmid. Kegiatan ini sempat  menyita perhatian masyarakat lokal.  Selain mengabadikan momentum unik para buruh migran, penduduk Pingtung itu juga menyambut takbiran itu dengan berjoget bersama.

Di Donggang ada sekitar 1.000 warga negara Indonesia. Selain bekerja sebagai nelayan dan pelaut, WNI yang tinggal di kota pelabuhan yang berjarak sekitar 278 kilometer dari Ibu Kota Taiwan di Taipei itu juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

"Selain untuk mengumandangkan takbir dan tahmid, kegiatan ini juga untuk mengumumkan bahwa Minggu (5/10) akan digelar shalat Id di Masjid Annur," kata Edi Maulana yang memimpin takbir keliling di Pingtung.

Kegiatan takbir keliling itu dilepas oleh jajaran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan setelah jamaah Shalat Isya di Masjid Annur.

Masjid Annur berada di lantai dua kontrakan para nelayan Indonesia di Pingtung. Para nelayan yang kebanyakan berasal dari kawasan pantai utara Jawa itu, berhasil menghimpun dana senilai 6.150.000 NT atau setara Rp2,4 miliar untuk membeli rumah dua lantai didekat dermaga kapal ikan di Pelabuhan Donggang.

Bangunan dua lantai itu dihuni sekitar 100 orang nelayan yang bekerja di kapal ikan milik warga negara Taiwan. (Ode)**
.

Categories:Internasional,