Fakultas Hukum Unpad Gelar Seminar Diaspora

Fakultas Hukum Unpad Gelar Seminar Diaspora

Acara seminar nasional tentang diaspora di Fakultas Hukum Unpad. (Foto : ADE)

Bandung – FH (Fakultas Hukum) Unpad yang tergabung dalam Paguyuban Hak Asasi menggelar seminar nasional. Seminar mendatangkan beberapa pembicara seperti ; Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL, Prof. Dr. Koerniatmanto Soetaprawiro, SH, MH, dan Dra. Alida Handau Lampe Guyer, MSi di kampus Unpad Jl. Dipati Ukur No. 35, Kota Bandung, Selasa (24/02/2015).

 

Seminar nasional "Mencari Solusi Diaspora Indonesia Dalam Politik Kewarnegaraan Indonesia,” membahas berbagai problematika tentang diaspora di Indonesia. Warga dengan dua kewarganegaraan di Indonesia masih terbilang cukup besar dan sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa.

 

Beberapa pakar hukum menceritakan bagaimana jika dwi kewarganeraan diberikan pada komunitas diaspora Indonesia. Namun hal itu masih menuai pro dan kontra, karena Indonesia masih memegang prinsip kewarganegaraan tunggal.

 

Menurut Pakar Hukum Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL, potensi diaspora di Indonesia sangat besar baik di bidang ekonomi maupun keilmuan.

 

“Untuk memberikan gagasan dwi kewarganegaraan perlu kajian lebih dalam mengingat gagasan ini belum cukup memberikan gagasan yang cukup bagi para komunitas diaspora,” cetus Bagir Manan dalam seminar di Fakultas Hukum Unpad.

 

Selain dengan memberikan gagasan untuk dwi kewarganegaraan bagi para kaum diaspora Indonesia, fasilitas keimigrasian khusus pun bisa dijadikan alternatif. "Para kaum diaspora Indonesia bisa bisa mendapatkan vasilitas visa yang berlaku seumur hidup baginya dan keturunannya,” cetusnya.

 

Sedangkan Dra. Alida Handau Lampe Guyer, MSi menyatakan, kaum diaspora Indonesia dapat di bagi menjadi tiga golongan. Yakni orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, orang Indonesia yang kemudian menjadi warga negara lain karena pernikahan, dan diaspora pecinta Indonesia seperti para diplomat dan duta besar.

 

“Dari beberapa kaum diaspora Indonesia disana terlihat jelas, setiap potensi golongan diaspora bisa memberikan sumbangsih bagi pembangunan bangsa dan negara baik bidang ekonomi, politik, social, intelektual, dan capital.” katanya. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:bandung,