400 Anak -anak Ditembaki Senjata Lisrik

400 Anak -anak Ditembaki Senjata Lisrik

Ilustrasi.(Foto:Net)

Inggris- Lebih dari 400 anak-anak ditembaki senjata listrik atau taser oleh polisi di Inggris dan Wales pada 2013, berdasarkan statistik yang diperoleh BBC.
Data Kementerian Dalam Negeri Inggris menunjukkan bahwa sebanyak 431 bocah ditembaki senjata listrik pada 2013, naik 38% dari 2012.
Mantan Menteri Dalam Negeri David Blunkett, yang memperkenalkan senjata listrik, mengatakan bahwa pengunaan senjata tersebut harus ditinjau. Namun, seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa Mendagri Theresa May sudah meminta peninjauan data dan pengunaan senjata listrik.
 
Angka-angka yang diperoleh dari permohonan Freedom of Information menunjukkan bahwa bocah termuda yang pernah ditodong senjata listrik berusia 11 tahun. Lalu bocah termuda yang pernah ditembak dengan senjata listrik berusia 14 tahun.
Adapun orang tertua yang pernah dibidik dengan senjata listrik berusia 85 tahun dan yang pernah ditembak berusia 82 tahun.

Arus listrik

Senjata listrik yang disebut taser itu mengeluarkan elektroda seperti panah yang menancap ke tubuh seseorang. Panah yang tersambung dengan pistol itu kemudian menyalurkan arus listrik guna melumpuhkan tersangka.
Berdasarkan panduan Kemendagri Inggris, petugas yang bisa menggunakan taser adalah yang diberikan wewenang dan pelatihan khusus. Sebelum melepaskan tembakan, petugas tersebut harus mempertimbangkan kerentanan individu yang dibidik, seperti usia dan postur.
 
Komisaris Neil Basu mengatakan bahwa ia tidak akan berkomentar mengenai masing-masing kasus.
“Kita harus ingat bahwa anak kecil juga dapat melakukan kekerasan. Para polisi dibayar untuk mengatasi situasi tersebut dan menggunakan senjata listrik adalah salah satu caranya,” katanya.

Pengalaman ditembak taser

Daniel Dove berusia 22 tahun ketika ia ditembak senjata listrik dalam sebuah sel tahanan di Trowsbridge, Wiltshire.
Ia mengatakan ia ditembak karena sedang mengibaskan celana dalamnya kepada seorang polisi ketika sedang digeledah. Saat itu, dia sedang mabuk dan telah menyerang seseorang, meski belakangan kasus tersebut ditarik.
 
“Saya pikir rasanya seperti memegang pagar bertegangan listrik, namun 50.000 kali lebih kuat. Rasanya seperti dilumpuhkan…saya tidak dapat menggerakan tangan atau tubuh saya. Bukan pengalaman yang menyenangkan tentunya," katanya.
Polisi yang tersangkut kemudian dituduh dengan penyerangan dan kelakuan buruk, namun dihapus oleh juri di Pengadilan Bristol Crown.(Ode)**
.

Categories:Internasional,