Project Pop, Eksis Musik Berkat Patungan

Project Pop, Eksis Musik Berkat Patungan

Grup musik dan komedian Project Pop.(Dudung)

Jakarta-Indie musik tak hanya dilakukan grup band pendatang baru, namun juga dilakukan  grup musik dan komedian  Project Pop. Di album terbarunya, 'Move On Lagi', mereka mengeluarkan kocek dari kantongnya sendiri, patungan.

Unsur kehati-hatian dalam proses membuat album hingga membuat videoklip pun dilakukan. Harapan agar sempurna, mengingat dana membuat album tersebut patungan.

"Saat lagu selesai, kami pun hati-hati membuat video klipnya. Kami, gak mau vidklipnya gak bagus dan akhirnya mengeluarkan dana sia-sia. soalnya, patungan," ucap Yosi di KFC usai lounching albumnya,  Rabu (25/2/2015) di Rumah makan siap saji, Kemang, Jakarta.

Usaha keras dan kerjasama personel Project Pop yang beranggotakan, Gumilar Nurochman (Gugum), Djoni Permato (Udjo), Mochamad Fachroni ( Oon), Yosi dan Wahyu Rudi Astadi (Odie) pun sangat terlihat. Mereke bekerjasama mendistribusikan albumnya ke lebih 500 gerai masakan siap saji.

"Kami semua bekerjasama untuk lahirnya album ini. Sebuah perjuangan beneran," timpal Udjo saat melayani pembeli yang membeli CDnya.

Tambah Gugum,  mereka pengin  agar pencinta musik Tanah Air mengetahui, bahwa Project Pop tetap eksis di panggung hiburan Indonesia. Dan selama ini, kami memang tidak tampil di televisi, melainkan banyak job manggung ke berbagai daerah.

"Kami memang gak tampil di tv, tapi banyak job off air, manggung di berbagai daerah," kilah Gugum saat mendapat pertanyaan, mengapa Pop Project tidak tampil di TV.

Grop yang berdiri di tahun 1996 dan terbentuk di Bandung ini, selain memasarkan albumnya di tanah air, juga ekspansi ke negara Malaysia. Di album ini, terdapat dua buah lagu baru diperkenalkan, 'Antara Bandung dan Kuala Lumpur'.

"Saat ini, kami berupaya memperluas pasar ke negeri Jiran, dan ada dua buah lagu baru di album ini, " ucap Udjo.

Untuk mewujudkan eksistensi di Malaysia, pihak label Royal Prima Musikindo telah menjamin soal distribusi.

"Musik kita, Indonesia, sedang jadi raja di Jiran dan Brunei. Dalam Top Ten, tujuh sampai delapan lagu Indonesia. Atas dasar itu, kami punya partner yang baik dengan label di sana," terang Oktaf dari pihak label.

Nama Project Pop mulai mencuat di Malaysia sejak lagu "Bukan Superstar" rilis. Kini, karya-karya Project Pop yang diunggah di YouTube juga mendapat respon positif dari warga Malaysia. Hal itu membuat Tika, Yosi, Gugum, Odie, Oon, dan Udjo optimis.(Ode)** 
.

Categories:Musik,
Tags:musik,