Valencia Gulingkan Atletico Madrid 3-1

Valencia Gulingkan Atletico Madrid 3-1

Valencia Gulingkan Atletico Madrid 3-1 (Foto: Net)

Madrid - Atletico Madrid gagal membangun momentum setelah meraih kemenangan atas Juventus di Liga Champions pada Rabu, ketika mereka takluk 1-3 dari tuan rumah Valencia di Liga Spanyol pada Sabtu (04/10/2014),

Kemenangan Valencia di Stadion Mestalla ini sempat mengangkat mereka untuk sementara menggeser Barcelona di puncak klasemen, sebelum Lionel Messi dan Neymar mencetak gol untuk membawa timnya menang 2-0 atas tuan rumah Rayo Vallecano, yang harus kehilangan dua pemain karena diusir keluar lapangan, untuk merestorasi keunggulan dua angka Barcelona.

Klub Katalan itu menjadi tim Liga Spanyol pertama yang menghindari kemasukan gol pada tujuh pertandingan pembukaan musim mereka.

Valencia terakhir kali memenangi gelar Spanyol pada 2004 namun mereka memulai musim ini dengan penampilan impresif dan tampil gemilang pada awal pertandingan di Mestalla, untuk unggul 3-0 dalam kurun waktu 13 menit.

Bek tengah Atletico Miranda mencetak gol bunuh diri pada menit keenam, Andre Gomez menuntaskan peluang setelah melaju dengan bola semenit kemudian, dan Nicolas Otamendi menyambar bola tendangan sudut untuk semakin menjauh dari sang juara bertahan.

Mario Mandzukic memperkecil ketertinggalan timnya pada menit ke-29 ketika ia menyambut upaya Tiago untuk dituntaskan dengan tandukan, sebelum Atletico menyia-nyiakan peluang untuk mencetak gol kedua menjelang turun minum.

Kiper Valencia Diego Alves, spesialis penalti, menggagalkan eksekusi lemah Guilherme Siqueira, ke-13 kalinya kiper Brazil itu menggagalkan penalti dari 31 tendangan penalti yang dihadapinya di Liga Spanyol.

Memperlihatkan sedikit tanda kelelahan setelah menang 1-0 atas Juventus di Vicent Calderon, Atletico bekerja keras untuk menyamakan kedudukan namun tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan, dan Alves jarang diuji pada babak kedua.

Pemain sayap Atletico yang berasal dari Italia Alessio Crci menjalani petang yang buruk ketika ia tampil sebagai pemain pengganti pada babak kedua, untuk kemudian mendapat dua kartu kuning dan harus diusir keluar lapangan.

Kartu kuning kedua diberikan pada masa tambahan waktu ketika ia lolos dari perangkap offside dan memasukkan bola ke gawang, namun wasit memutuskan ia menggunakan tangannya untuk mengendalikan bola.

Valencia, yang gagal lolos ke kompetisi Eropa pada musim lalu, mengoleksi 17 angka dari tujuh pertandingan, sedangkan Barca, yang belum terkalahkan dan belum kemasukan gol, memiliki 19 angka.

Atletico memiliki 14 angka di peringkat ketiga, dan dapat digeser oleh Real Madrid, Sevilla, dan Celta Vigo jika ketiga tim itu menang pada Minggu.

Intensitas dan agresi "Gol pertama merupakan kesalahan pertahanan oleh tim yang biasanya tidak melakukan hal itu," kata pelatih Valencia Nuno pada konferensi pers.

"Kami telah mengalahkan tim sepak bola yang hebat, juara saat ini, namun itu hanya tiga angka," tambah pria Portugal ini, yang merupakan mantan kiper Deportivo La Coruna dan FC Porto, yang mengambil alih jabatan pelatih pada akhir musim lalu.

"Kami memperlihatkan intensitas dan agresi yang menakjubkan dan jika saya merupakan seorang penonton, saya akan gembira melihat pertandingan bagus itu." Pelatih Atletico Diego Simeone mengakui para pemainnya telah membuat kesalahan-kesalahan yang tidak biasa, namun mengatakan bahwa ia gembira dengan pekerjaan yang mereka lakukan untuk berupaya bangkit.

"Terdapat tanda-tanda ketika Anda kalah dengan martabat setelah memberikan segalanya di lapangan," ucapnya pada konferensi pers.

"Mereka (Valencia) tidak bermain di Eropa pada musim ini dan dengan tim yang mereka miliki, mereka akan bermain habis-habisan untuk tidak finis di peringkat ketiga atau keempat," tambah pria Argentina ini. (AY)

.

Categories:Sepak bola,