Indonesia Masih Impor Garam Industri

Indonesia Masih Impor Garam Industri

Ilustrasi.(Tempo)

Bandung – Sebagai negara maritim seharusnya Indonesia bisa mandiri dalam menyediakan berbagai hasil laut seperti garam, namun nyatanya Indonesia saat ini masih mengimpor garam industri karena beberapa laut Indonesia masih terbilang kotor dan penuh sedimen sehingga sulit untuk di buat garam industri.

 

Menurut Pakar Kelautan ITB, Harman Ajiwibowo, Ph.D, garam industri itu harus memiliki kandungan NHCL di atas 90 persen, kandungan di garam industri pun biasanya zatnya cenderung lebih putih di banding garam dapur biasa.

 

“Sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan industri, kita masih import dari beberapa negara. Garam industri diperlukan untuk pabrik kertas, elektronik dan PCB, serta industri kosmetik. Warna garam industri jauh lebih putih di banding garam dapur dengan kandungan NHCLnya minimal harus 90 persen agar layak digunakan,” papar Harman Ajiwibowo, Ph.D di Gedung Rektorat ITB, Jl. Tamansari, Kota Bandung, Kamis (26/02/2015).

 

Indonesia masih mengimport garam industri, karena bahan baku garam industri di Indonesia masih belum layak.

 

“Laut di Indonesia masih banyak sediment dan agak kotor oleh lumpur, jadi prosesnya agak sedikit lama, air harus dijernihkan dahulu baru diproduksi untuk garam industri,” cetus Harman Ajiwibowo, Ph.D.

 

Pantai utara pulau Jawa dan Madura masih terbilang kotor untuk dikembangkan menjadi tambak garam industri. Hanya di Indonesia bagian timur saja yang cocok untuk dikembangkan menjadi daerah tambak garam industri, seperti di Kupang, Nusa Tenggara Timur daerah ini cocok karena pantai dan lautnya berwarna dengan sedikit sedimen dan lumpur.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,