Salat Idul Adha di Taipei Digelar Sebanyak Tiga Gelombang

Salat Idul Adha di Taipei Digelar Sebanyak Tiga Gelombang

Salat Idul Adha di Taipei digelar sebanyak tiga gelombang (Foto: Net)

Taipei - Salat Idul Adha di halaman depan Taipei Main Station (TMS), Minggu (05/10/2014), digelar dalam tiga gelombang akibat terus berdatangannya warga negara Indonesia yang hendak menunaikan ibadah sunnah "muakkadah" tersebut sejak pagi.

Gelombang pertama dimulai pada pukul 07.05 waktu Taiwan yang diikuti sekitar 4.000 WNI, kemudian gelombang kedua pada pukul 08.00 diikuti sekitar 1.500 WNI, sedangkan gelombang ketiga pada pukul 09.00 dengan jemaah berjumlah 100 orang.

Pada gelombang pertama khotib dan imam oleh guru besar Universitas Islam Negeri Surabaya Prof Dr KH Ali Aziz.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur itu juga bertindak sebagai khotib pada shalat Id gelombang kedua dan ketiga dengan imam berbeda.

"Kami tidak menduga jika jumlah jemaah shalat Id sebanyak ini," kata Agus Susanto selaku panitia penyelenggara shalat Idul Adha di TMS.

Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (Lazis) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan itu menuturkan bahwa biasanya shalat id digelar dua gelombang.

Agus memperkirakan digelarnya shalat Id hingga tiga gelombang tersebut karena para tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan libur pada hari Minggu. Apalagi banyak WNI yang terkecoh datang ke Masjid Agung Taipei di kawasan Daan yang menggelar shalat Id pada hari Sabtu (04/10/2014).

Setiap momentum Idul Fitri dan Idul Adha, PCINU Taiwan menyewa tempat di pusat transportasi terpadu itu untuk mewadahi WNI yang menunaikan ibadah sunnah muakkadah tersebut.

Pihaknya menyediakan karpet, perangkat audio, dan mimbar. Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Fadillah beserta staf turut hadir pada kegiatan yang digelar KDEI dan PCINU Taiwan di TMS itu.

Selain itu, tempat yang mampu menampung 3.000 orang itu biasa digunakan para WNI menyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan. Lokasi TMS sangat mudah dijangkau dengan berbagai jenis alat transportasi umum, seperti bus, MRT, kereta api regular, dan kereta cepat (THSR) dari berbagai daerah di Taiwan.

Sementara itu, beberapa WNI menunaikan shalat Idul Adha pada hari Sabtu (4/10) di Masjid Agung Taiwan.

"Kami ikut shalat Id hari Sabtu. Beberapa teman kami ikut hari Minggu," kata Muhammad Mirwan, mahasiswa National Taiwan of Science and Technology (NTUST) yang shalat Id di Masjid Agung Taiwan. (AY)

.

Categories:Internasional,