500 SMA Siap Laksanakan UN Berbasis Komputer

500 SMA Siap Laksanakan UN Berbasis Komputer

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan menyatakan mayoritas dari 500 sekolah menengah atas yang siap melaksanakan ujian nasional (UN) berbasis komputer adalah sekolah menengah kejuruan (SMK).

"UN berbasis komputer ini hanya untuk yang bersedia, bukan yang ditunjuk. Dan mayoritas SMK karena mereka yang sudah siap dan memiliki fasilitas komputer lebih lengkap," kata Anies Baswedan usai menjadi pembicara pada Seminar Pendidikan Karakter, di Gedung KAA Bandung, Sabtu (28/2/2015).

Ia menegaskan, UN berbasis komputer ini berbeda dengan ujian nasional secara "online" dan hanya diperuntukkan bagi sekolah yang menyatakan siap.

"Jadi sekali lagi digarisbawahi sekolah yang menyatakan bersedia ikut dalam uji coba kalau sekolahnya tidak bersedia ya tidak ikut uji coba," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer memiliki banyak manfaat dibanding dengan metode tertulis.

Dengan adanya metode UN berbasis komputer ini, kata Anies, maka akan lebih sederhana baik dari segi waktu maupun sumber daya manusia.

"Kalau ujian dilakukan secara tertulis di seluruh Indonesia harus diselenggarakan di waktu yang sama karena soalnya keluar," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, UN berbasis komputer bisa dilakukan di waktu yang berbeda karena soalnya tidak keluar atau masih berada di "online" atau komputer.

Ia penyelenggaraan UN pun akan jauh lebih sederhana apabila dilakukan secara computer based sehingga pihaknya merencanakan untuk menggelar UN berbasis komputer di tahun-tahun mendatang.

"Sehingga ujian computer based, penyelenggaraan ujian jadi lebih sederhana. Kalau UN yang kemarin itu melibatkan ratusan ribu orang untuk menjadi pengawas atau distribusi soal," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Nizam mengatakan UN Berbasis Komputer atau computer based test (CBT) akan mulai lebih awal pada 7 April 2015 dibanding UN tertulis atau paper based test yang dilaksanakan pada 13 April 2015.

"Karena CBT itu kan rasio jumlah komputer dan siswanya itu 1:3, jadi nanti tiga shift (pergantian waktu) ada yang pagi, siang dan sore," kata Nizam.

Berdasarkan rasio jumlah komputer dan siswa sekolah itu, ia katakan, hanya satu mata pelajaran akan diujikan setiap harinya.

Sedangkan pada UN tertulis, dua mata pelajaran dapat diujikan dengan masing-masing waktu pengerjaan soal selama 120 menit.

"Kalau di CBT, siswa akan ujian gantian jadi satu hari hanya satu mata pelajaran, dengan diakumulasikan dengan enam mata pelajaran berarti enam hari. Tapi kalau 'paper based' bisa dua mata pelajaran diujikan sehari," katanya. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,