Eksplorasi Batu Akik Cenderung Sporadis

Eksplorasi Batu Akik Cenderung Sporadis

Saat ini batu akik banyak diburu tanpa perhatikan kerusakan lingkungan. (Foto : ADE)

Bandung – Demam batu akik yang melanda negeri ini dikhawatirkan dapat merusak lingkungan. Apalagi eksplorasi batu akik saat ini bersifat sporadis dan membabi buta tanpa memikirkan dampak kerusakan lingkungan. Agar lingkungan bisa tetap terjaga dan tidak dirusak para penambang batu akik, maka perlu ada aturan yang mengaturnya.

 

Menurut Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, Sumarwan, saat ini perlu ada aturan yang jelas untuk mengatur para penambang batu akik.

 

“Melalui aturan tersebut akan dijelaskan mengenai batas kedalaman penambangan dan tata cara penambangan batu akik yang aman, seperti dengan menerapkan standar keselamatan penambang,” ujar Sumarwan di Gem Stone Festival di Gedung RRI, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (28/02/2015).

 

Masih kata Sumarwan, peraturan yang akan mengatur para penambang batu akik akan dituangkan lewat sebuah Perda.

 

“Saat ini kita sedang rancang Perda yang akan mengatur eksplorasi. Saat ini Pemprov Jawa Barat melalui Dinas ESDM hanya mengontrol tambang galian C,” katanya.

 

Agar proses penambangan batu akik bisa berjalan aman dan tidak merusak lingkungan, diperlukan sebuah keahlian khusus. Sebab, batu akik atau batu mulia berbeda dengan saat menambang logam mulia, di batu akik ini ada alat khusus untuk mendeteksi seperti saat penambangan emas.

 

Potensi batu akik di Jawa Barat cukup tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat bagian selatan seperti di Garut, Tasikmalaya, dan Sukabumi. Wilayah ini berpotensi untuk mengalami kerusakan lingkungan karena perburuan liar batu akik. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:gaya-hidup,