"Si Melon" tak Langka di Jabar

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, Sumarwan membantah bahwa stok elpiji 3 Kg di Jawa Barat sudah masuk kategori langka. Dia menyangkal kelangkaan itu karena saat ini permintaan meningkat tanpa ada penambahan stok.

 

Menurut Kepala Dinas ESDM Jawa Barat, Sumarwan, peningkatan permintaan elpiji 3 Kg meningkat saat ini di Jawa Barat, karena banyak masyarakat di perkampungan yang tadinya menggunakan kayu bakar untuk memasak kini beralih ke kompor gas dengan gas ukuran 3 Kg.

 

“Kayaknya tidak perlu dibilang langka, karena stok LPG 3 Kg itu sebenarnya ada. Namun, akibat banyaknya permintaan stok barang jadi habis. Harusnya stok ditambah jika permintaan sedang banyak,” ungkap Sumarwan di Gem Stone Festival di Gedung RRI, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (28/02/2015).

 

Dinas ESDM khawatir isu kelangkaan elpiji 3 Kg diperkuat dengan adanya panic buying yang menyebabkan semua masyarakat memborong gas ukuran 3 Kg ini.

 

“Jika ada panic buying kemungkinan kelangkaan bisa benar terjadi, ini sangat merugikan masyarakat sendiri. Untuk mencegah seperti itu Dinas ESDM terus berkoordinasi dengan Pertamina agar stok LPG 3 untuk kota/kabupaten di Jawa Barat ditambah,” tandas Sumarwan.

 

Daerah yang rawan kelangkaan gas LPG 3 Kg di Jawa Barat saat ini yaitu Kabupaten Garut, Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupetan Bekasi, dan Kota Depok. Selain itu, beberapa wilayah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, juga terbilang stok LPG 3 Kg terbatas hingga beberapa hari ke depan. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,