Nasib Penderita Gizi Buruk di Cianjur

Nasib Penderita Gizi Buruk di Cianjur

Ilustrasi.(Foto:Net)

Cianjur - Oma (40) Orang tua Adim Sopian (9) warga Kampung Cihaur II, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jabar, hanya bisa merawat anaknya yang menderita gizi buruk dan lumpuh layu di rumah karena keterbatasan ekonomi.

Sejak lahir hingga usia 3 tahun, Oma kerap membawa anaknya itu ke posyandu guna mendapatkan tambahan gizi karena selama ini, dia hanya mengandalkan hidup sebagai buruh tani, sehingga tidak mampu memberikan gizi tambahan lain selain pemberian posyandu.

"Itupun kalau ada yang menyuruh untuk kerja dan anak saya tidak rewel, kami bisa mendapatkan uang tambahan untuk membeli susu saset di warung. Namun sejak umur tiga tahun hingga saat ini, pertumbuhan anak saya ini tidak normal seperti anak lain," katanya.

Bahkan untuk membawa ananknya ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis, hingga usia Adim sembilan tahun, belum pernah dilakukan karena tidak memiliki biaya. Bahkan untuk makan sehari-hari, saat ini Oma hanya mnegandalkan belas kasihan tetangga.

"Selama ini nafsu makan Adim bagus, tapi tidak berdampak terhadap pertumbuhan tubuhnya. Meskipun berumur sembilan tahun, anak saya ini seperti anak yang belum berumur lima tahun, tidak bisa berjalan dan tubuhnya kecil," kata Oma dalam logat sunda kental.

Dia hanya berharap keajaiban agar anak semata wayangnya ini, dapat sembuh dan hidup normal layaknya anak lain seumuran Adim karena ungkap dia, meskipun mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk berobat ke rumah sakit, dia tidak memiliki biaya untuk menunggui anaknya di rumah sakit.

"Saya hanya bisa pasrah meskipun mendapat bantuan berobat, saya tetap harus punya bekal selama menunggui di rumah sakit, itu yang saya tidak mampu," katanya pasrah.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Sapturo, saat dihubungi, mengaku prihatin dengan kondisi yang menimpa Oma dan anaknya itu. Pihaknya menilai kejadian yang menimpa salah seorang warga Cianjur itu karena kurang aktifnya aparatur pemerintahan setempat.

Pihaknya mengharapkan pihak pemerintahan desa, kecamatan dan Dinkes Cianjur, segera turun kelapangan dan menindak lanjuti permasalahan tersebut. Bahkan ungkap dia, pihak dewan akan membantu biaya orang tua penderita gizi buruk dan lumpuh layu itu, selama menunggui anaknya di rumah sakit.

"Kami menilai lamban dan tidak proaktifnya aparatur pemerintahan terhadap permasalah yang dialami warganya selama ini. Kami akan segera turun ke lapangan untuk membawa anak tersebut ke rumah sakit karena banyak program yang bisa membebaskanya dari biaya," katanya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:kesehatan,