Perbankan Ikut Berperan Cetak Profesional

Perbankan Ikut Berperan Cetak Profesional

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Industri perbankan ikut bertanggung jawab mencetak profesional di sektor itu dan tidak sekadar merekrut profesional untuk memperkuat bisnisnya, kata Presiden Komisaris Bank OCBC NIP Pramukti Surjaudaja pada diskusi ekonomi di Bandung, Senin (2/3/2015).

"Perbankan tidak sekadar mencomot profesional yang handal di bidangnya, tapi juga memiliki tanggung jawab mencetak profesional di bidangnya," kata Pramukti pada diskusi bertajuk "Menciptakan Para Profesional Muda Dalam Industri Perbankan" di Gedung De-Vries Bandung itu.

Ia menyebutkan perbankan juga memiliki visi dan misi terutama menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana untuk sektor perbankan mulai bergulir 2020. Meski masih lima tahun lagi memasuki MEA, namun menurut dia pada hakekatnya sektor perbankan sudah lebih dulu memasukinya.

"Meski mulai 2020, namun sebenarnya sektor perbankan sudah lebih dulu memulainya . Tapi mungkin ke depan masuk ke semua sektor termasuk sumber daya manusianya, sehingga SDM kita harus memiliki daya saing," katanya.

Lebih lanjut, Pramukti menyebutkan pendidikan formal saja tidak cukup untuk dijadikan bekal dalam menghadapi persaingan yang ketat dalam dunia pekerjaan. Berbagi pengetahuan dengan para pakar dan pelaku bisni akan menambah ilmu dan wawasan para mahasiswa.

"Jadi kesadaran para mahasiswa dan sarjana itu harus terus digugah agar mereka mempersiapkan diri serta mengasah profesionalisme untuk memenangkan kompetisi dalam persaingan dunia kerja nantinya," katanya.

Menurut dia, kesadaran untuk memasuki persaingan ketat itu harus dibarengi dengan spirit mereka yang didasari visi dan misi yang jelas dalam karier atau menapak sektor bisnis yang akan dikembangkannya.

"Semuanya tidak bisa diraih dengan kebetulan, tapi harus dilalui melalui proses dan tahapan-tahapan dan semangat untuk maju. Seorang profesional harus terbiasa dengan target yang akan diraih," katanya.

Sementara itu Kepala Pengembangan SDM Julie Anwar menyebutkan, secara khusus para profesional muda di industri perbankan harus memahami dan tahu rimba di sektor perbankan.

"Bagaimanapun sistem rekrutmen dan regenerasi di sektor perbankan perlu dilakukan dan ada tantangan tersendiri menjelang MEA," kata Julie.

Diskusi yang digelar di gedung bersejarah, De Vries, yang merupakan Kantor Ekspor Impor dan juga Swalayan pertama di Bandung pada zaman Belanda itu, diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Bandung. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:,