Dewan-Disperindag Bahas Elpiji 12 Kg

Dewan-Disperindag Bahas Elpiji 12 Kg

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Komisi II DPRD Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat untuk membahas kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram senilai Rp 5.000 yakni dari Rp 129.000 menjadi Rp 134.000 oleh PT Pertamina (Persero).

"Kita juga prihatin, karena kemarin beras naik kemudian BBM juga naik. Ini kan sangat memberatkan. Makanya, besok kita akan koordinasi dengan Disperindag Jabar," kata Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Ridho Budiman Utama, ketika dihubungi melalui telepon, Senin (2/3/2015).

Ia mengatakan, koordinasi tersebut selain untuk memantau dampak kenaikan harga elpiji nonsubsidi juga untuk mencari solusi dari kenaikan tersebut.

"Kita harus cari solusi. Harusnya dengan asosiasi, membawahi pedagang. Ini barang strategis, dampaknya ke mana-mana," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut dikhawatirkan akan membuat harga elpiji subsidi ukuran tiga kilogram juga ikut naik.

"Kita berharap tidak, tapi biasanya menjadi satu pemicu kenaikan. Makanya kami minta disperindag segera memantau. Agar spekulan tidak menahan," kata dia.

Ia memperkirakan ke depannya akan semakin banyak pengguna elpiji nonsusbidi beralih ke "si melon".

Sebelumnya, Pertamina (Persero) memutuskan kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram senilai Rp5.000, yakni dari Rp129.000 sejak 19 Januari menjadi Rp134.000 mulai 1 Maret 2015, kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.

"Harganya kembali sama dengan 1 Januari 2015," ujarnya di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pertimbangan kenaikan harga elpiji 12 kg yang nonsubsidi tersebut semata-mata kenaikan harga pasar elpiji sesuai dengan patokan kontrak (contract price/CP) Aramco.

Pada 19 Januari 2015 harga elpiji 12 kg turun dari Rp134.700 per 1 Januari 2015 menjadi Rp129.000 per tabung atau turun Rp5.700 per tabung (Rp475 per kg).

"Mulai 1 Maret harga elpiji kembali lagi," kata Bambang. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,