Minimarket di KBB Dilarang Jual Minol

Minimarket di KBB Dilarang Jual Minol

Ilustrasi.(Foto:Net)

Padalarang - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), memberlakukan larangan minimarket atau kios menjual minuman beralkohol sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Penjualan Minuman Beralkohol.

"Minimarket, penjual jamu, dan kios-kios sama sekali tidak diizinkan untuk menjual minuman beralkohol," kata Bupati Bandung Barat Abubakar usai sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2014 itu keapda masyarakat Lembang, Senin (2/3/2015).

Ia mengatakan, Perda itu dengan pengecualian bagi supermarket dan hypermarket masih dapat menjual minuman beralkohol dengan syarat kadar alkohol rendah atau dibawah 5 persen.

Pengecualian itu, lanjut dia, harus patuh pada pasal 6 bahwa pembeli minuman beralkohol disyaratkan sekurang-kurangnya telah berusia 21 tahun atau lebih yang dibuktikan dengan menunjukan kartu identitas diri kecuali warga negara asing.

"Kalau di sembarangan tempat seperti di kios-kios ada yang menjual minuman beralkohol, maka segera laporkan ke pemerintah, karena itu sudah menyalahi aturan," katanya.

Upaya menegakan Perda itu, Abubakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi peredaran minuman keras atau minuman beralkohol di wilayahnya masing-masing.

Menurut dia, tugas pengawasan minuman tersebut bukan hanya pemerintah melalui Satpol PP melainkan tugas masyarakat juga untuk sama-sama mengawasi.

"Sangat berat bila pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi ada peran masyarakat juga," katanya.

Meskipun peredaran minuman keras sulit dikendalikan, kata dia, pihaknya tetap berupaya dengan mengacu pada Perda agar peredaran minuman beralkohol tidak dijual secara bebas kepada masyarakat.

"Perda merupakan landasan hukum dalam melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengawasan atas penjualan minuman beralkohol untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,