Kenaikan Harga Beras di Purwakarta Paling Parah

Kenaikan Harga Beras di Purwakarta Paling Parah

ilustrasi. (Net)

Purwakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Purwakarta menyebut kenaikan harga beras saat ini di Kabupaten Purwakarta paling parah.

BPS menyarankan Pemkab Purwakarta menggelar operasi pasar untuk meminimalisir pemain beras berspekulasi menaikkan harga.

Data yang sudah dikumpulkan BPS sejak Januari sampai Februari, sejumlah harga bahan pokok mengalamai kenaikan. Naiknya harga itu lantaran distribusi bahan pokok yang tak lancar karena ada yang bermain.Padahal biasanya di bulan-bulan ini stok beras masih normal.

"Dari data harga yang kami kumpulkan Januari sampai Februari termasuk masa paceklik, harga beras naik 3 sampai 5 persen masih wajar," kata Kepala BPS Purwakarta Asep Riyadi di Purwakarta, Selasa (3/2/2015).

Namun menurutnya karena ada oknum yang bermain dengan stok beras, distribusi ke pasar jadi tak lancar. Dampaknya kenaikan harga yang biasanya normal malah tak terkendali.

Saat ini harga beras biasa yang sebelumnya hanya Rp 6 ribu naik sampai Rp 10.500 per kilogramnya, beras kualitas super kini naik jadi Rp 12 ribu dan beras kualitas menengah Rp 11 ribu per kilogramnya.

"Tetapi kali ini memang harga beras sangat tinggi kenaikan mencapai 20 sampai 30 persen sangat ekstrim," kata Asep.

Yang pasti pengaruh paceklik menjadi penyebab distribusi berkurang, solusi tercepat adalah operasi pasar dan distribusi raskin yang cepat. Sedangkan rumor keberlanjutan program raskin juga harus diantisipasi jangan sampai mendorong psikologi masyarakat jadi konsumtif.

"Maksudnya psikologi massa bahwa ketersediaan beras di masyarakat minim, sehingga pemain beras di pasar berspekulasi menaikkan harga di luar kebiasaan," katanya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:ekonomi,